Author Archive

Oleh : Zulfa Fitriani N. A [7G-2015]

            Aku melangkah menuju kantin. Aroma khas makanan kantin menusuk hidungku, membuat perut ini makin berbunyi nyaring. Aku berjalan ke arah antrean. Suasana kantin lumayan ramai. Mungkin ada empat sampai lima orang yang mengantri di depanku. Setelah mendapat makanan, aku mencari bangku kosong di pojok kantin, posisi favoritku.

Hei, perkenalkan, namaku Dava Iqbal Fathurrahman. Panjang memang. Tapi kalian cukup memanggilku Dava. Ingat, D-A-V-A. Ya, aku seorang remaja ibukota yang keren pastinya. Aku punya hobi bermain basket. Basketball is my life. Begitulah kira-kira. Aku duduk di kelas IX di Raktavire’s Junior High School. Disini, aku sangat nyaman. Gurunya kebanyakan keren-keren, mengajar tanpa terlihat menggurui. Teman pun asyik-asyik. Pembelajaran berlangsung dengan menarik. Beraneka ekstrakurikuler bisa dicoba disini. Tinggal pilih sesuai minat dan bakat. Ah, aku bersyukur sekali bisa belajar di sekolah ini. Read the rest of this entry »

Karya : Zulfa Fitriani Nur Alyza [7G] – 2015

 

Tatkala desis angin gemulai membuai

Lalu tuk apa ku pagut rindu yang terlanjur beku?

Entahlah

Kau jauh, jauh, entah kemana kepakmu

Sesekali senyap, sesekali lenyap

Ah, bahkan sunyi memekat sekat hatiku

Entahlah

Ku ingin tau, tapi ku tak tau

Kau melenggang tinggalkan

Tebanglenyapkan kehangatan

Seakan tak mau tahu

Tahukah, seberapa senyap liang kesunyian dalam genggam?

Tahukah, seberapa beku kristal rindu membatu?

Tahukah, betapa kepak sayap merpati bahkan tak henti mencari?

Tak ingatkah sajak madu asmara lalu?

Kau lupa? Katakan padaku!

Janganjadikan air mata pusara s’gala luka

Jangan siksa diriku dalam belenggu rindu

Jangan biarkan bulir harapan ku mengalir

Ingin ku beringsut, tapi hati ini terlampau bertaut

Ajari aku, ajari aku cara membencimu

Karena kau tahu aku selalu gagal membencimu!

Tak sekali, bahkan seringkali bintang mintaku menepi

Tak sekali, bahkan berkali rembulan pintaku pergi

Entahlah, ku memelukmu dalam bayang pilu

Tapi cintaku tak menjadi abu

Tetap saja ku nantikanmu dalam titik kelabu

Tolong, ajari aku!

Ajari aku cara membencimu!

Oleh Destya Lisnaningrum (8A)

 

            “Put, mau nggak kamu jadi paa…”

Omongan Dewa terputus saat bel masuk berbunyi. Sebenarnya aku juga sudah mengerti apa yang akan dia bicarakan. Tapi aku tidak mau menjawabnya sekarang. Walau sebenarnya, aku suka Dewa sudah sejak awal masuk SMP. Sayangnya, aku dan Dewa baru dekat beberapa hari belakangan ini. Meski begitu, aku sudah merasa cocok dengannya.

“Tapi apa harus se cepat ini dia katakan kalimat itu? Apa aku juga harus menjawabnya sekarang?”Tanyaku dalam hati. Read the rest of this entry »

Oleh Julfani Faridah Zain (8A)

 

“Bu Melati berangkat”

“ Ati ati lho, Ti “

“ Nggih buk “

Suara seorang anak perempuan bernama Melati  dengan ibunya di suatu desa di sebelah timur Yogyakarta. Di rumahnya yang sangat kecil, berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah.

Ia hidup dengan sangat sederhana. Rumahnya sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Ia hidup bersama kedua orangtuanya. Ayahnya hanya lulusan SMP dan ibunya lulusan SD. Dan kini ayah dan ibunya hanya seorang buruh serabutan yang upahnya tidak menentu setiap harinya. Tak heran jika ia hidup ala kadarnya. Read the rest of this entry »

Oleh  Bilfach Rachma Nur Effendi (8A)

 

Tik… tik… tik…

Hujan deras sedari bel pulang sekolah tadi mulai berkurang menjadi gerimis kecil. Aku masih saja duduk termenung di depan kelas. Mataku masih terpaku dengan 5 orang yang ada di lapangan basket sekolah. Ardan, Rico, Marcell, Arya dan Kevin. Ya mereka ini anak basket, dan meski mereka kelas 11 dan 12, tapi mereka itu termasuk kompak! Ya liat aja, mereka sampai hujan-hujanan begitu demi memuaskan hasrat mereka untuk main basket, meski tahu bolanya akan susah mantul kalau di air. Read the rest of this entry »

Oleh Rani Timur Mumpuni (8B)

Tulilit , bunyi I Phone Apple ku yang berdering, “Hallo” kataku berlahan ,

“Hallo Pelangi nini aku Awan ,”

“Owg hy Awan , ada apa tumben kamu telefon?”tanyaku pada sahabat karip dari sekolah.

“Engga aku cuman pingin ngajak kamu liburan, kamu mau engga?”

“Em, gimana ya ? Aku harus izin sama ayah bunda , tapi besok kamu mau ajak aku kemana sih ?” Read the rest of this entry »

Oleh Rani Timut Mumpuni (8B)

“Kuli maaf aku tidak bisa ikut pentas,” kata gadis manis bertubuh mungil dengan muka polosnya yang sekarang sedang duduk di atas padang rumput hijau sambil meteskan peluh di pipi.

“ Kenapa ? Bukankah kamu pandai menari ?” tanya Kuli pada gadis itu.

“Aku aku belum berani menampilkan diri di atas  papan kayu tinggi dan dilhat banyak orang.” Jawab gadis itu .

“Kenapa kamu harus takut? Aku tahu kamu pasti bisa melakukan itu.”

“Mungkin tidak!” Read the rest of this entry »

Oleh Rani Timur Mumpuni (8B)

 

Neira Krisdayantiamana adalah nama yang diberikan oleh orangtuaku, disekolah aku sering dipanggil Era. Sekarang aku bersekolah di Unervesitas Gajah Mada (UGM) mengambil jurusan sejarah. Setiap hari aku selalu mendapat tugas mencari sejarah tentang tempat atau bangunan yang menarik, dan kini aku mendapat tugas mencari tau sejarah dan budaya di Yogyakarta aku senang sekali, waktu yang diberikan untuk tugas ini adalah satu bulan jadi aku bisa mengerjakan lebih leluasa. Aku akan mulai bekerja esok hari, jadi sekarang aku harus istirahat untuk menyimpan tenaga. Read the rest of this entry »

Oleh  Sonya Niken Puspa (8B)

Pagi ini aku menyusuri koridor sekolah dengan perasaan gundah, galau dan gelisah. Teringat di angan ku tentang dirimu dan dirinya. Kisah cinta segitiga yang terjalin diantara kita.

Laras Yuan Anindi, itulah nama indah yang di berikan oleh kedua orangtuaku. Orang disekitarku biasa memanggilku Laras. Kini aku duduk, di bangku kelas 2 SMA, SMA Kartini yang letaknya di daerah Jawa Barat. Farel ya itu nama kekasihku, kekasih hatiku sejak aku duduk dibangku kelas 3 SMP hingga kini, Tuhan menyatukan kita hingga kini satu sekolah . Read the rest of this entry »

Oleh Julfani Faridah Zain (8A)

“Hai Felly apa kabar!” terdengar suara dari suatu kios baju di sebuah mall. Semua perhatian Felly  tertuju pada kios baju itu. Ternyata seorang cewek berkaca mata, menggunakan baju berwarna merah marun dengan berkerudung bewarna senada dengan bajunya dan celana jeans itu yang memanggilnya. Wenda pun mendekatinya dan bertanya kepadanya.

“Apakah kau yang memanggilku?”

“Ya memang aku yang memanggilmu.”

“Apakah kau mengenaliku ?

“Tentu saja aku mengenalimu kalau tidak kenapa aku memanggil namamu, Apakah

kamu lupa denganku ? Read the rest of this entry »

Kalender
November 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Categories
Archives