Archive for February, 2012

Oleh : Husni Kurniawati (8E)
Nasi sudah menjadi bubur
Semua ini sudah terlanjur
Harapan sudah hilang
Semuanya sudah usang
Begitu saja terjadi
Tanpa tanda-tanda yang pasti Read the rest of this entry »

(Desita Putri H.)

 

Di sini… Aku…

Dari kursi ini aku memandang

Jauh di depan sana

Di balik pagar yang menghalangi penglihatanku

Aku melihat Read the rest of this entry »

(Desita Putri H.)

 

Embun basah segar

Membasahi tangan ini ketika menyentuhnya

Air bisa kita rasakan

Namun mustahil untuk kita gapai

Seperti surga

Tetes air hujan

Membasahi raga yang beku

Karena alam Read the rest of this entry »

(Desita Putri H.)

 

Kadangkala kita

Selalu  merasa benar

Selalu merasa salah

Dan tak merasakan apa-apa

Tapi apakah mereka pernah berfikir bahwa Read the rest of this entry »

(Desita Putri H.)

 

Kau ajariku agar selalu berbuat

Sebagaimana yang kau anggap itu baik

Tapi tak pernahkan berpikir

Bahwa yang kau kira baik itu

Bisa menjadi buruk bagi orang lain Read the rest of this entry »

(Desita Putri H.)

 

Kututupi kelopak mata ini dengan kedua tanganku

Kurasakan hangat air mata di sela-sela jariku

Perlahan air itu mengalir

Dan menetes di ujung dagu

 

Sakit

 

Kurasakan perih yang menyesakkan

Entah dari masa datangnya

Akan tetapi begitu terasa

Begitu menyiksa

Kukecap rasa pahit yang terbendung dari lubuk hati

 

Perih

 

Dalam kepala yang berat ini

Selalu terpikirkan sebuah kalimat

Matilah aku!

Sumber:

Bengkel Sastra SMPN 1 Wonosari.2011.Antologi Puisi Goresan Rasa Dalam Karya.Yogyakarta: Bengkel Sastra SMP 1 Wonosari

(Desita Putri H.)

 

Kedua tangan ini menggeliat gatal

Serasa ingin menggaruk wajahnya

Atau kucuci dengan air matanya

Agar ia ikut merasakan sakit yang kuderita

 

Kaki ini ingin kulayangkan ke tengkuknya

Kuhantamkan ke perutnya

Dan kukibaskan ke mukanya

Agar ia tak bisa berlagak dengan angkuhnya

 

Setan tak tahu diri

Iblis jahanam yang berani menorehkan

Luka dalam di sekujur tubuh

Menanamkan paku ke jantungku

Menebarkan penyakit ke ragaku

 

Dia memang siluman

Tak ada satu kata yang mampu kuucap untuknya

Tak satu pun sesuai

Kecuali satu kalimat

 

Kubunuh kau

 

Sumber:

Bengkel Sastra SMPN 1 Wonosari.2011.Antologi Puisi Goresan Rasa Dalam Karya.Yogyakarta: Bengkel Sastra SMP 1 Wonosari

(Desita Putri H.)

 

Aku suka kamu

 

Sejak kau hadir dalam hidupku

Aku mulai menyukaimu

Entah mengapa perasaan ini bisa muncul

Tapi sulit untuk melupakanmu

 

Aku benci kamu

 

Tak pernah sekalipun kau memperhatikanku

Kau  jarang ajak aku bicara,, bahkan hampir tidak pernah

Aku merasa kau perlakukanku beda

Taukah kau kalau itu menyakitkan?

 

Aku ingin kamu

 

Tawamu bukanlah untukku

Mengapa bukan aku yang kau sukai?

Apa bedanya aku dengannya?

Sakit hatiku karena tingkahmu

 

Lenyapkan aku

 

Aku memang tak pantas untukmu

Semua yang kau miliki bukanlah untukku

Mungkin takdirku memang bukan denganmu

Maka lenyapkanlah aku yang terlanjur menyayangimu

 

Aku pergi

Atau kau yang pergi

 

Semua sama saja

 

Buku yang tersimpan di hatiku ini

Akan selalu terukir namamu

Sumber:

Bengkel Sastra SMPN 1 Wonosari.2011.Antologi Puisi Goresan Rasa Dalam Karya.Yogyakarta: Bengkel Sastra SMP 1 Wonosari

(Desita Putri H.)

 

Bergerak pelan dalam diam

Hijau segar berlapis embun

Terdiam dalam naungan pohon

Tegar

Meski terinjak dan tergilas

Tak mengeluh dalam kesengsaraan

 

Bisakah kau meniru rumput?

Walau kecil, tapi teguh dalam pendiriannya

Meski rapuh, tapi kuat dalam menjalani hidup

Bisakah kau seperti rumput?

Tak pernah lelah menyelimuti bumi

Meski tersengat panas mentari

Beku oleh hujan

Tetap tegar dalam perlindungan

 

Aku ingin seperti rumput

Tak bersedih walau sendiri

Aku ingin seperti rumput

Kan selalu berseri menyambut pagi

Selalu tersenyum

Hingga saatnya nanti

 

Sumber:

Bengkel Sastra SMPN 1 Wonosari.2011.Antologi Puisi Goresan Rasa Dalam Karya.Yogyakarta: Bengkel Sastra SMP 1 Wonosari

(Desita Putri Harjanti)

Selembar daun terapung di atas beriak

Sang sungai menghanyutkannya hingga tiada

Seberkas harapan yang kupeluk erat

Lebur oleh panasnya darah

Yang mendidih karena penderitaan

 

Bahtera yang dihempas gelombang samudera

Hancur oleh hantaman ombak dan karang

Sesuatu yang memang mustahil!

Terimalah…karena tak mungkin bisa kita raih

 

Kemapa kita memaksa

Untuk meraih sesuatu yang bukan milik kita

Bukankah kita sudah memiliki

Apa yang layak kita miliki

 

Syukuri saja, nikmati saja

Karena akan ada kejutan

Di akhir…

Sumber:

Bengkel Sastra SMPN 1 Wonosari.2011.Antologi Puisi Goresan Rasa Dalam Karya.Yogyakarta: Bengkel Sastra SMP 1 Wonosari

Kalender
February 2012
M T W T F S S
« Nov   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  
Categories
Archives