Archive for February, 2013

Karya Hillary Sekar Pawestri (8A)

 

Pagi itu kicauan burung sayup-sayup kudengar. Sinar mentaripun mulai menembus kaca jendela kamarku. Berat rasanya membuka mata ini, namun karna ku ingat akan mimpi semalam aku pun terbangun dari tidurku.

Hari ini rasanya aku bersemangat sekali untuk bersekolah. Memulai hari dengan melihat senyummu di sekolah nanti, entah setan apa yang sedang bersarang di tubuhku, namun sepertinya aku benar-benar suka kepada dia. Read the rest of this entry »

Oleh Hillary Sekar Pawestri (8A)

 

Pagi itu matahari tampak tersenyum cerah di langit yang biru, burung-burung pun bernyanyi dengan gembira, begitu pula dengan dedaunan yang dibasahi oleh embun.

Namakku Stella, murid kelas X SMA 196 Jakarta, ini adalah tahun awal aku belajar di SMA, setelah aku menyelesaikan SMP ku beberapa bulan lalu

Aku terbangun dari mimpi pada pukul 05.00, setelah mengambil air wudhu dan shalat shubuh, akupun mandi dan bersiapi-siap pergi ke sekolah, tepat pada pukul 06.15 aku pun berangkat sekolah,dengan berjalan kaki.  Read the rest of this entry »

Oleh Febriana Putri Istiqomah (8A)

 

Seruan Shalat subuh sedang dikumanangkan. Aku terbangun, masih ngantuk rasanya. Kutarik selimut sampai ke batas pundak. Kurangkul guling dengan eratnya. Sayup-sayup kudengar langkah cepat seseorang mendekat, menuju kamarku.

“Ayo bangun nak?”

“Masih ngantuk bu Marni.” Jawabku malas.

“Ayo nak, kita shalat dulu. Keburu pagi, kita kan harus kepasar?” bujuk Ibu Marni.

Bu Marni adalah ibu angkatku. Beliau pribadi yang sangat baik dan lembut hatinya. Dibalik kerudung beliau, tersimpan paras yang cantik menawan. Tak ada gurat penuaan yang terlihat di raut wajahnya. Read the rest of this entry »

Oleh Febriana Putri Istiqomah (8A)

 

Saat matahari mulai turun dari peraduannya, semburat warna merah menyertainya. Aku mencoba menatapnya. Indah sekali! Warna terang yang tampak di balik awan seperti menggambarkan keadaan dunia yang bersuka ria. Sayang, keindahan itu tak seindah kehidupanku. Namaku Rumy. Umurku 40 tahun. Aku sudah bersuami, umurnya 1 tahun lebih tua dariku. Pekerjaannya hanya sebagai penarik becak. Namanya Wilujo. Kami sudah mempunyai seorang putra bernama Adit. Seharusnya kini dia duduk di bangku kelas 4 SD. Namun, karna keterbatasan biaya dia harus berhenti sekolah. Sehari-hari dia hanya membantuku sebagai seorang buruh cuci.

Kutengok jam dinding, menunjukan pukul 17.00 WIB. Aku mulai merebus air, menanak nasi dan menggoreng ikan asin untuk jamuan makan malam hari ini. Read the rest of this entry »

Oleh Durah Amajida (8A)


Langit gelap maha luas. Malam bertaburan jutaan bintang. Suasana temaram meski disinari bulan purnama. Lapisan tipis awan bergayut di ujung musim hujan pada masa pancaroba.

Aku baru saja pulang dari latihan menari di sanggar seni “Sekar Melati” diantar ayahku. Sejak duduk dibangku taman kanak-kanak aku telah mulai menari. Lambaian tangan yang mengayun lembut dengan gerak tubuhku yang gemulai menjadi pencapaian dari latihanku menari selama ini. Aku memang suka  menari. Rasanya tubuhku akan terasa tidak nyaman kalau aku harus libur menari seminggu saja. Read the rest of this entry »

Oleh Diana Kusuma Dewi (8E)

 

Keinginan utama pelajar SMP setelah lulus adalah melanjutkan pendidikan dan bekerja, begitupun denganku. Namaku Adi Pratama, siswa kelas IX  di salah satu SMP di Yogyakarta. Keinginanku untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan suatu impian yang sedari kecil aku inginkan, menjadi salah satu murid di SMA  yang aku idamkan, dan dapat membahagiakan kedua orangtuaku. Merupakan suatu kebanggaan yang tak ternilai dalam hidupku.
Seusai pelaksanaan Ujian Nasional yang merupakan kegiatan tolak ukur kemampuan akademik pelajar di Indonesia ini, teman-temanku mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan kehidupannya setelah resmi menyandang gelar alumni pelajar SMP. Ada yang sibuk mencari informasi penerimaan siswa baru dan ada pula yang menyiapkan dokumen-dokumen untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak denganku. Meskipun aku sangat bercita-cita menjadi seorang siswa di SMA ternama, namun keinginanku itu sepertinya harus kupendam dalam-dalam untuk saat ini. Read the rest of this entry »

 Oleh  Destya Lisnaningrum (8A)

 

“Aduh ! Bagaimana ini ?”

Hatiku cemas. Burung itu masih aku simpan di tempat tersembunyi. Walau bapak dan ibu belum mengetahuinya, cepat atau lambat pasti akan tahu. Bapak dan tetap pada keputusannya melarangku memelihara burung itu di rumah karena mitos yang beredar. Aku sdah meyakinkan bahwa mitos itu tidak benar adanya. Tetapi mereka tetap tidak mengijinkan.

Kabarnya burung itu bisa membawa kesialan. Yang lebih mengerikan, burung itu sering dijadikan tumbal untuk mencari kekayaan. Itulah alasan mengapa bapak dan ibu tidak mengijinkan memelihara burung itu di rumah. Mereka takut hal buruk akan menimpa keluarga. Read the rest of this entry »

Oleh Nur Afni Damayanti (8A)

 

Dino adalah sahabatku ketika aku masih kecil. Aku sering bermain dan bersenda gurau dengannya. Waktu aku duduk di bangku SD, SMP maupun SMA aku masih bersahabat dengannya. Orangnya baik, enak diajak ngomong,  dan perhatian. Pada waktu aku mulai bersekolah di SD tepatnya SD Harapan I, aku sering diajak main bareng walaupun sebenarnya dia bukan teman satu kelasku namun dia kakak kelasku. Ketika di rumah pun aku sering bermain dengannya, karena dia sahabatku yang paling baik. Teman-temanku sering menjelek-jelekkan namaku dihadapan Dino. Tetapi Dino bersikukuh selalu menjadi sahabatku dan kelihatannya dia tidak percaya dengan omongan teman-temanku. Read the rest of this entry »

Oleh Byanka Inas Saraswati (8A)


Matahari mulai menampakkan wajahnya di ufuk timur. Sinarnya menerobos masuk lewat celah jendela. Dinginnya embun pagi terasa menusuk tulang. Suara-suara binatang malam masih terdengar sayup-sayup. Air dari atap rumah masih menetes. Genangan air disana-sini masih terlihat. Bekas hujan tadi malam yang belum reda. Sebidang tanah yang tak luas, disana-sini tumbuh rerumputan, rumah yang tak terlalu besar berdiri di atasnya. Dikelilingi rumah-rumah tetangga  yang jauh lebih besar darinya.

Namanya Emylawati Faizah. Dirumah neneknya, dia biasa di panggil Izah, karena itulah panggilan kesayangan keluarganya yang diberikan untuk dirinya, tetapi kalau di  Sekolah dia biasa di panggil Emyl. Dia sekarang duduk dibangku kelas tigaf SMP 1 Rejosari. Sebenarnya, dia lahir di Bogor, tetapi karena dia tidak ingin tinggal disana karena tidak mempunyai teman akhirnya dia tinggal bersama nenek, paman, bulik, dan dua orang adik sepupunya di  Rejosari, Semin, Gunungkidul. Ayahnya sudah meninggal dunia sejak ia masih berumur tiga tahun karena penyakit yang dideritanya. Ibunya mencari nafkah dengan bekerja menjadi pegawai pabrik di Bogor. Ia anak kedua dari dua bersaudara, tetapi sayangnya kakak lelaki satu-satunya yang ia cintai itu, meninggal dunia karena kecelakaan tragis yang menimpanya. Kini, ia pasrah dengan kehidupnya yang sangat sederhana. Tetapi, ia bersyukur atas apapun yang di anugerahkan oleh Allah kepada dirinya. Karena berkat Allah, dia masih bisa hidup dengan keluarga dan sanak saudaranya. Read the rest of this entry »

Oleh Bilfach Rachma Nur Effendi (8A)

 

“Ayah, aku berjanji…!” kalimatku terhenti.

“Aku akan mencari tau semua yang terjadi padamu, Yah!”

“Aku janji,” kataku terisak.

Saat itu, keadaan rumah begitu ramai dengan kedatangan para tetangga yang sedang membaca surat Yasin. Bendera berwarna putih berkibar di depan rumahku. Sesaat setelah pemakaman Ayah dilaksanakan, keadaan rumah menjadi begitu hening, tiada suara…Entah suara tangis atau lainnya, kali ini benar-benar hening.

Sepeninggal Ayah, aku lebih sering tidak masuk sekolah. Bersamaan dengan itu pikiran-pikiran mengejar untuk mengetahui mengapa Ayah  meninggal dalam keadaan yang mengenaskan terus menggangguku. Aku mulai berani membolos, hal yang tidak pernah kulakukan sebelumnya, karena aku termasuk anak yang disiplin di sekolah. Read the rest of this entry »

Kalender
February 2013
M T W T F S S
« Jan   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  
Categories
Archives