Oleh Hillary Sekar Pawestri (8A)

 

Pagi itu matahari tampak tersenyum cerah di langit yang biru, burung-burung pun bernyanyi dengan gembira, begitu pula dengan dedaunan yang dibasahi oleh embun.

Namakku Stella, murid kelas X SMA 196 Jakarta, ini adalah tahun awal aku belajar di SMA, setelah aku menyelesaikan SMP ku beberapa bulan lalu

Aku terbangun dari mimpi pada pukul 05.00, setelah mengambil air wudhu dan shalat shubuh, akupun mandi dan bersiapi-siap pergi ke sekolah, tepat pada pukul 06.15 aku pun berangkat sekolah,dengan berjalan kaki. 

Setelah 10 menit berjalan kaki aku pun sampai di sekolah, setelah meletakkan tas di kelas aku pun melanjutkan menelusuri ruang-ruang sekolah, maklumlah baru 8 hari aku masuk di sekolah ini, aku berjalan bersama temanku, Tania.

Pada saat aku berkeliling, aku melihat seorang anak berjalan sendiri dengan name tag yang cukup besar bertuliskan Alno di seragamnya, awalnya aku mengira bahwa anak itu adalah anak baru yang pemalu, mungkin Tania melihat pandangan kecurigaan ku terhadap anak itu, ia langsung menarik ku dan berbisik kepadaku, “ Itu tu kakak kelas yang tunawicara, makanya dia pake name tag di seragam segede itu” , akupun menghela nafas panjang.

Awalnya aku tak menyangka, mengapa sekolah sefavourite ini bisa menerima anak tunawicara seperti itu, tapi setelah beberapa hari ini aku menyelidiki dan mendekati beberapa kakak kelas, aku pun tahu bahwa semua itu berawal dari sebuah kecelakaan sehingga membuat pita suaranya rusak, dan dia tetap diterima di sekolah ini karena kepintarannya.

Sebelum mengalami kecelakaan itu, dia adalah seorang anak yang disegani oleh anak-anak lain, karena dia adalah anak orang kaya yang sok menjadi penguasa di sekolah ini, selain itu, dia juga mempunyai dua orang sahabat yang selalu ada untuknya, namanya Fathir dan Vino, dan selain mereka, dia tak mempunyai teman lain.

Karena rasa penasaran yang cukup besar, akupun mulai mendekati Alno, karena setelah kejadian itu dua sobatnya itu ngilang dari dia, dan otomatis tak seorang teman pun menemani hari-harinya di sekolah.

Berkali kali aku mencoba mendekatinya, tetapi, setiap kali aku duduk di sampingnya dia selalu menjauh dariku, bahkan dia sempat melirik ke arah ku dengan rasa penuh curiga, tapi semua itu tidak membuat ku patah semangat untuk mendekatinya, aku terus mencobanya.

Suatu hari di waktu istirahat, aku pernah melihatnya dikelilingi anak-anak kelas dua yang sedang menghujatnya,  dan berteriak teriak kepadanya, dengan keberanian seadanya, akupun menerobos kelilingan massa itu dan menarik lengan Alno keluar dari lingkaran, keringatnya bercucuran, air matanya pun membasahi pipinya, wajahnya yang begitu pucat membuat ku semakin iba, akhirnya aku membawanya ke UKS untuk menenangkan pikirannya.

Sekarang tak sedikit kakak kelas yang merasa aneh kepadaku, mungkin itu semua karena kedekatan ku dengan Alno, dan tak jarang pula ketika aku berjalan di depan kakak kelas mereka berbisik dengan mata yang menatap aneh ke arahku, tetapi tak sekalipun aku mempedulikannya.

Sejak kejadian itu dia mulai mau untuk kudekati, bahkan sekali-sekali ku sempatkan untuk bermain ke rumahnya, rumah yang megah, tetapi tak ku lihat aroma kehangatan keluarga di dalamnya, jauh berbeda dengan rumahku yang sederhana, namun begitu terasa kehangatan keluarga.

Suatu ketika saat aku bermain kerrumahnya kuberanikan diri untuk bertanya, mengapa selama ini kamu selalu menjauhi orang-orang yang berusaha mendekatimu?, awalnya sih dia ragu untuk menjawab, tetapi karena berulang kali kubujuk, ia menuliskannya di sebuah kertas, begini isinya, “Aku bukannya mencoba untuk mengindar, tetapi aku trauma, saat itu beberapa hari setelah kecelakaan aku masuk sekolah, lalu ada seorang teman yang mendekati ku dan mencoba untuk menjadi temanku, aku sangat senang, karena saat itu pula aku kehilangan teman-temanku, dia orang yang cukup ramah, tetapi entah mengapa aku merasakan kejanggalan pada dirinya, setiap kali kita jalan berdua, dia selalu meminta hal-hal yang aneh, dan pada suatu hari aku bertanya padanya, sebenarnya kamu tulus nggak sih berteman sama aku?, dia pun menjawab dengan santainya, “ siapa sih orang yang ikhlas berteman dengan orang cacat seperti mu, aku berteman dengan mu hanya untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, paham!”, setelah itu aku tidak percaya lagi dengan teman-teman yang ada di sekitarku, karena aku berfikir, mungkin dia tak lebih baik dari yang dulu, tapi semua anggapan burukku itu musnah setelah aku mengenalmu J “, aku tersenyum membacanya, dan mungkin jika aku yang berada di posisinya, aku pun akan melakukan hal yang sama, atau bahkan lebih buruk.

Hari-hari indah ku lalui bersamanya, setiap di sekolah kami selalu bersama, tak peduli  orang berkata apa, setiap hari pula aku selalu mengajaknya berkenalan dengan teman-teman ku, aku berusaha meyakinkan untuk jangan pernah merasa takut mengalami kejadian yang sama dengan pengalaman masa lalunya, jadikanlah semua itu menjadi pelajaran berharga.

Setiap hari Selasa dan Kamis aku selalu menemaninya berobat, sampai suatu ketika setelah pulang dari berobat dia menulis di sebuah kertas kecil “gue suka sama elo Stell”, aku pun kembali tersenyum padanya, wajarlah kalau dia suka padaku karena selama ini akulah yang paling dekat dengannya, dan aku pun berkata padanya “Aku pun menyukaimu lebih dari apapun, tapi sekiranya untuk saat ini lebih baik kita bersahabat terlebih dahulu, dia pun tersenyum mendengar jawabanku, dan mengajukan jari kelingkingnya padaku, aku pun mengikatkan jari kelingkingku padanya dan berkata “ Kita sahabat sejati, kita akan bersahabat bersama kekurangan dan kelebihan kita, dan ingat ello gue gak bakal end”.

Tiga tahun kami bersama, melewati segala suka duka, namun sayang, kata-kata pepatah “setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan” nampaknya memang waktulah yang mengharuskan kami untuk berpisah, terasa singkat waktu tiga tahun itu, rasanya aku ingin terus bersamamu, menggapai cita bersama, namun tak apalah, aku tak akan melupakanmu sampai kapan pun.

***0***

Leave a Reply

Kalender
May 2019
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Categories
Archives