Oleh Julfani Faridah Zain (8A)

“Hai Felly apa kabar!” terdengar suara dari suatu kios baju di sebuah mall. Semua perhatian Felly  tertuju pada kios baju itu. Ternyata seorang cewek berkaca mata, menggunakan baju berwarna merah marun dengan berkerudung bewarna senada dengan bajunya dan celana jeans itu yang memanggilnya. Wenda pun mendekatinya dan bertanya kepadanya.

“Apakah kau yang memanggilku?”

“Ya memang aku yang memanggilmu.”

“Apakah kau mengenaliku ?

“Tentu saja aku mengenalimu kalau tidak kenapa aku memanggil namamu, Apakah

kamu lupa denganku ?

“Maaf tapi aku belum mengenalimu.”

“Masa sih kamu lupa denganku?”

“Hai namaku Wenda. Nama panjangku Wenda  Tania Putri  teman sekaligus tentanggamu waktu kecil.” Sambil menunjukkan gelang yang juga dimiliki oleh Felly.

Wenda pun menyadari bahwa itu sahabatnya waktu kecil. Ternyata itu bekas tetangganya yang pindah ke Singapura untuk mengikuti ayahnya yang mempunyai pekerjaan di Singapura.

“ Pantas saja aku tak Mengenalimu kamu sekarang jadi lebih feminim dan lebih cantik.”

“ Bisa saja kamu Fell. Dari dulu memang kamu nggak berubah ya gombalnya.”

“O ya Wend kapan kamu kembali ke Indonesia ?”.

”Aku baru saja kembali kemarin.”

“ Terus kamu sekarang tinggal dimana??”

“Aku sementara tinggal di hotel garuda dekat mall ini.”

‘’Ow begitu.”

“ Bolehkah aku maen ke rumahmu?

“Boleh kok. Tapi maaf kalau hari ini akan ada acara di rumahku.”

It’s oke besok aku hubungi jika aku akan ke rumahmu. O ya nomermu berapa ya?

“081923045625’’

“OK besok aku SMS ya?

***

Sehari kemudian, Felly tertimpa masalah . orangtuanya sedang mengalami krisis karena perusahaannya bangkrut. Oleh karena itu dengan terpaksa semua perabotan dan Rumah serta sebuah mobil mewahpun harus mereka jual demi menutupi kerugian perusahaan. Sekarang Felly dan keluarganya tinggal di rumah sederhana yang kecil.  tIba tiba HP milik Fellypun berbunyi.

 

Dari : 081984382915

06 / 07 /2010   13:25

 

 

 

 

     Assalamualaikum , ini nomerku Fell.                                                                                                             

                                                                          Wenda

Nomor Wenda lalu kusimpan di daftar kontakku.

 

Untuk: Wenda

06 /07 /2010          13.27

 

Waalaikumsalam, Oke nomormu sudah kusimpan      

Untuk: Wenda

06 /07 /2010          13.27

Hari ini bisa ketemukan di restoran mie……

dekat mall yang kemaren kutunggu jam 9

 

***

Aku kini sudah sampai di restoran mie dekat mall yang dulu aku dan Wenda bertemu walaupun aku sebenarnya masih sedih dengan musibah yang terjadi baru baru ini.  Kulihat Wenda sudah menunggu di meja nomor 18 . Ia sudah memesankan makanan untukku.

“ Hai Wend, sudah lama menunggu.” Sapaku.

“Hai Fell, nggak kok aku juga baru saja datang.’’

”O  ya udah.”

Padahal aku sebenarnya tau kalau Wenda sudah menunggu lama sampai sampai minuman yang ia pesan sudah hampir habis. Tapi bukan maksdku untuk terlambat tapi memang rumah baruku kini jauh dari tempat itu dan aku harus naik angkutan umum untuk sampai ke sini.

“Kenapa kok kayaknya lesu amat?’

“ Nggak kok nggak papa.” dengan wajah mentup nutupi sesuatu.

“O ya habis ini aku ikut kerumahmu ya? Aku kangen sama tante evi yang suka bikin brownies . Abis brownisnya enak sih? “

“ Ja..ja-gan.”

“Loh kenapa kok jangan ?”

“ Ma-makhsudku rumahku baru direnovasi jadi lebih baik kamu kermahku besok kalau sudah jadi bar sekalian tau rumah baruku.”

“O ya deh kalau begitu… “

Tiba tiba telefon Wenda berbunyi.

“ Maaf Fell aku harus ke rumah dulu kata mamaku sih penting”

“O ya Fell makannya dah kubayar.”

“Sip.”

“Bye.”

***

   Pagi pagi saat Wenda sedang keluar Rumah ia melihat Felly tapi ia sengaja untuk member surprize untuk Felly. Tapi Wenda kaget ia masuk kedalam rumah yang hanya minimalis .Wenda pun bertanya Tanya dalam benaknya .” Rumah siapa itu?”. Tak lama setelah felly masuk ke rumah itu Ibu Felly yang wajahnya tak asing lagi bagiku itu keluar. Wenda pun bersembunyi agar tak ketahuan.   Wenda kemudian menunggu felly keluar. Rupanya benar Felly kelar dari rumah itu sekiatar beberapa menit kemudian.

‘’Hai Fell kamu dari mana?”

“Da-dari rumah pembantuku. Ya ya itu”

“Oo.. “

***

Setelah beberapa lama kemudian rasa penasaran Wenda tak bisa lagi ditahan . Ia pergi kerumah felly .

“Assalamualaikum”

“Waalaikumsalam”

“Apakah ini benar rumah Felly ?”

“Ya benar.. Tapi maaf Felly sekarang baru keluar.”

“Ngak papa buk. Besok saya kesini lagi aja. Mari buk.”

“Ya mari.”

***

                        Setelah pulang dari rumah Felly ia menelefonnya agar dapat bertemu di taman kota.

“Hai Wend sudah lama menunggu?”

“Nggak kok baru saja.”

“Apakah yang no 12 jalan anggrek itu rumahmu?”

“Ng-ngak kok.”

“Terus kenapa aku tadi bertanya ternyata itu rumahmu?”

“Ya Ya benar itu rumahku. Terus sekarang kamu nggak mau kan bersahabat atau berteman denganku lagi kan?. “ Ucap Wenda dengan nada memuncak dan segera berlari untuk pulang.

***

  Keesokan harinya sepulang sekolah Felly segera meminta maaf kepada Wenda. Ia mendatangi rumah Wenda. Dan pemintaan maaf itu diterima oleh Wenda.Wenda kemudian menjelaskan bahwa sepulangnya dari Singapura, ia sempat tinggal 1 tahun di perumahan melati akan tetapi dalam setahun itu perusahaan ayahnya mengalami kebangkrutan sehingga dengan terpaksa semua hartanya dijual dan dibelikan rumah yang sederhana yang ia tempati sekarang.

Merekapun menjadi bersahabat kembali.

 

***0***

Leave a Reply

Kalender
November 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Categories
Archives