Oleh Rani Timur Mumpuni (8B)

 

Neira Krisdayantiamana adalah nama yang diberikan oleh orangtuaku, disekolah aku sering dipanggil Era. Sekarang aku bersekolah di Unervesitas Gajah Mada (UGM) mengambil jurusan sejarah. Setiap hari aku selalu mendapat tugas mencari sejarah tentang tempat atau bangunan yang menarik, dan kini aku mendapat tugas mencari tau sejarah dan budaya di Yogyakarta aku senang sekali, waktu yang diberikan untuk tugas ini adalah satu bulan jadi aku bisa mengerjakan lebih leluasa. Aku akan mulai bekerja esok hari, jadi sekarang aku harus istirahat untuk menyimpan tenaga.

Esok ini aku bersiap mencari bahan tugas sejarah, tempat pertama yang aku singgahi adalah Keraton karena disana masih banyak terdapat peninggalan yang masih terjaga dengan baik. Aku pergi menggunakan sepeda motor merah jaket hitam dan celana panjang, setelah semua siap aku langsung berangkat. Lima belas menit berlalu akhirnya aku sampai di depan pintu Keraton, ketika aku sedikit mengintip ke dalam Keraton aku melihat ada upacara adat yang sedang berlangsung, sepertinya itu sangat menarik untuk ditanyakan sejarahnya, namun ketika aku menengok ke bawah terdapat brosur bertebaran yang bertulis Hindari orang kafir penyembah berhala. Karena penasaran kuambil brosur itu dan kubaca, ternyata isinya tentang pertentangan dengan tradisi adat yang dilakukan oleh Keraton salah satunya ya upacara adat yang dilakukan. Tanpa berpikir kucari orang yang membuat brosur dan sementara mengurunkan niatku untuk mengunjngi Keraton. Tiga jam mencari akhirnya aku bertemu dengan orang yang membuat, dan langsung bicara.

“Misi mas!” kataku gugup.

“Iya saya?” jawab orangitu lantang.

“Em…kenalkan nama saya Era , saya kesini mau tanya boleh? Sahutku dengan nada takut.

“Apa?” jawabnya lagi

“Kalau boleh tau nama anda siapa ya?” tanyaku berlahan.

“Saya Santoso , memangnya kenapa?” tanyanya bingung.

“Anda yang membuat brosur ini?” tanyaku sambil menunjukkan brosur yang aku temukan di Keraton tadi.

“Iya itu saya yang membuat , kamu kok bisa ambil brosur ini ?ambil dimana kamu?” tanyanya

“Tadi saya ambil di depan Keraton mas” jawab ku gagap.

“Terus buat apa kamu kesini ? mau ikut geng saya ?” tanyanya cetus.

“Enggak mas , saya cuman mau tanya satu hal!” kataku lagi

“Apa ? cepet keburu aku  mau pergi !” jawabnya lagi dengan muka merah

“Mas Santoso sama geng ngapain ngejelekkin Tradisi Keraton ? itu kurang kerjaan banget deh, memang mas sudah tau sejarah mengapa mereka melakukan itu ?” tanyaku dengan berani.

“Itu bukan urusan kamu, saya juga gak perduli soal sejarah atau apalah” jawabnya dengan sedikit amarah.

“Ya tapi itu berarti anda hanya siakan tenaga untuk kegiatan tidak mutu dong!” jawabku berbalik cetus

“Kamu siapa sih ? Wartawan juga bukan tapi sok tanya.” jawabnya sambil menahan amarah yang besar.

“Terserah saya dong , saya ya mas cuman mau beritahu gak bermaksud sok ceramah sebaiknya Mas Santoso berhenti begini dan mencari tau dulu sejarah dari apa yang mereka lakukan.” kataku lagi.

“Apaan sih kamu , gak usah sok deh jadi anak” jawabnya marah.

“Yasudah saya gak mau ngingetin lagi” kataku dengan sedikit berteriak.

“Dah sana pergi” Katanya dengan nada sedikit mengusir.

“Yaudah , da saya mau jalan – jalan nyari sejarah :p “ kataku lagi.

“ah gak usah banyak ngomong pergi saja”katanya mengusir.

Akhirnya aku pergi kembali ke Keraton, sampai Keraton aku menemui salah satu pemandu, tapi sayang upacara adat tadi sudah selesai, namun itu tidak mengurunkan niatku untuk mencari tahu sejarah disana. Akupun berkeliling Keraton dan sering bertanya soal Bangunan tua disana. Setelah berjalan 2,5 jam aku selesai juga mengetahui sejarah tentang Keraton, lega rasanya.Dan sekarang waktunya aku kembali kerumah untuk berisitrahat, karena hari esok masih ada perjalanan panjang menanti.

Hari sudah berganti kuterbangun dari tidur lelap ini, dengan badan lesu aku berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah mandi aku ke meja makan dan menghabiskan sepotong roti serta segelas susu, lalu aku menghampiri ibu dan berpamitan untuk pergi ke Parangtritis, setelah berpamitan aku angsung melaju dengan sepeda motor merah yang kemarin aku gunakan. Tiga puluh menit berlalu ahirnya aku sampai di pantai Parangtritis disini indah sekali udaranya sejuk banyak wisatawan yang datang da banyak transportasi unik seperti Kuda dan APV, karena penasaran ingin mencoba aku menyewa kuda dan seorang pemandu untuk berjalan – jalan smbil bertanya soal sejarah dan mitos yang ada di pantai Parangtritis. Dua jam aku terus bertanya dan menulis diatas kuda, akhirnya aku menyelesaikan pertanyaan dan memutuskan pulang aku senang sekali bisa kesini.

Setelah dari Parangtritis aku melanjutkan pergi ke Malioboro, tetapi sebelum kesana aku pergi ke warung Gudeg untuk menikmati Gudeg tentunya, rasanya enak sekali bumbunya sangat khas, dan ini membuatku penasaran dengan bagaimana sejarah gudeg dibuat ya? Aku memutuskan bertemu dengan pemilik dan sedikit bertanya soal bagaimana Gudeg dibuat dan darimana tempat Gudeg pertama kali dibuat, beliau menjelaskan dengan rinci dan jelas sehingga aku tak perlu menyunting ulang kata – katanya .

Satu setengah jam berlalu aku sudah selesai bertanya dan mengorek sejarah gudeg, aku langsung berpamitan dan mengucapkan terimakasih pastinya untuk menghargai waktu yang sudah diluangkan . Sesudah keluar dari restaurant aku bergegas pergi ke Malioboro karena waktu itu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. dua puluh menit perjalanan akhirnya aku sampai di Malioboro tapi parkir disana sangat penuh aku terpaksa parkir ke dalam mall dan harus rela membayar kocek lebih banyak, tapi tak apalah yang penting aku bisa mendapat pengetahuan baru tentang sejarah. Setalah mendapat tempat parkir aku bergegas keluar mall dan berkeliling Malioboro, disini banyak baju, tas, asesoris dan masih banyak lagi yang terbuat dari kain Batik, aku membeli salah satu barang dan kucoba kenakan barang yang aku beli adalah tas kecil, bentuknya kecil dan lucu, tapi saat ku pegagang kainnya aku malah jadi penasaran bagaimana kain batik itu? Rasa penasaran itu semakin merenggut aku pun memutuskan ketempat pembuatan, aku terkagum dengan cara membatik mereka yang teliti merangkai gambar menggunakan cating dan tinta malam yang mendidih, tanpa pikir panjang aku langsung menemui pengelola tempat membuat batik, sesudah bertemu aku langsung mengenal diri dan biacra soal maksud kedatanganku kesini, beliau menyambut dengan ramah dan mau menceritakan tentang sejarah Batik denga jelas dan rinci aku senang mendengarnya hingga tak terasa kami sudah mengorbrol selama 4 jam lamanya, waktupun sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB aku bergegas pamit dan mengucapkan banyak terimakasih atas waktu yang telah diluangkan untuk ku. Sebelum pulang aku diberi hadiah kain Batik yang indah itu diberikan sebagai tanda terima kasih karena aku mau menanyakan tentang sejarah batik, jaman sekarang jarang anak muda atau bahkan orangtua yang mau tau sejarah batik. Dengan senang hati aku menerima dan kembali berterimakasih. Setelah itu aku pergi ke parkiran mengambi motor, aku yakin pasti tagihan parkirku sudah mencapai 10 ribu haduh, tapi ketika aku keparkiran aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal, berlahan aku mendekati dia dan kulihat wajahnya, setelah kulihat ternyata dia Mas Santoso “hedeh dia lagi” hatiku berbicara, langsung saja aku berbalik dan berjalan namun sesuatu ada yang menghentikan gerak langkahku.

“Dek maaf” kata orang itu.

“Ha ? siapa itu?” tanyaku sambil menengok kebelakang.

“Dek” katanya lagi.

“Hedeh ,Mas Santoso ada apa mas?”

“Aku cuman mau bilang, aku baru sadar dek ternyata aku sudah salah membuat geng dan brosur seperti kemarin!” katanya lesu.

“Baguslah” jawabku.

“Dan sekarang aku sudah tau sejarah – sejarah Yogya walau gak semau sih he.” Katanya dengan muka meringis.

“Kok bisa? Kapan? Jangan – jangan mas Santoso ngikutin aku ya !” kataku dengan muka merah marah/

“Iya he , maaf dek gak bilang – bilang” katanya dengan santai.

“Ngapain ? Toh gak ada guna buat kamu.” kataku lagi.

“Yah dek , masih marah? maaf dong.” jawabnya melas.

“YYY, dah ah aku mau pergi!” kataku dengan marah mereda.

“Mau kemana dek?” tanyanya padaku penasaran.

“Ya , aku mau pulang kok, mau ikut ?” kataku dengan cetus.

“Yah yau dah besok kalau mau nyari sejarah  terutama soal budaya telefon aku ya dek ” katanya dengan senyum lebar yang lucu.

“Dah tobat ceritanya.” kataku mengejek.

“He iya “ katanya lagi.

“Bagus deh , Oke aku besok kalau pergi bilang kamu.” kataku dengan senyum kecil.

“Makasih! YE……………… tapi no kamu mana biar aku bisa nelfon gitu kalau mau pergi nyari sejarah juga”

“Nih 081333579246 inget tu jangan buat macem- macem dan jangan nelfon atau sms kalau gak penting.” kataku lagi

“Yaudah gih kamu pulang nanti dimarahin mama hheheheheheheJ” ledeknya padaku.

“Emang akau mau pulang , Ye, dah ah, aku pulang dulu ya da!” kataku sambil melambai.

“Da…” balasnya dengan melambai juga.

 

Keesokkan harinya aku menyelesaikan tugas dengan menyatukan semua hasil kerja kemarin dalam satu catatan, aku bekerja hingga petang, tapi akhirnya tugas selesai .

”Hah…lega tugas sudah selesai tinggal numpuk deh “ kata hatiku sambil menghela nafas.

Beberapa hari berlalu akhirnya tiba aku mengumpulkan tugas, aku mendapat nilai B+ aku senang sekali tidak sia – sia hasil kerjaku selama ini walau cuman dapat B itu sudah patut disyukuri. Dan karena akau dapat nila B+ aku dikirim ke Bali untuk mencari tau apa saja sejarah disana aku senang sekali, sontak aku langsung menelfon Mas Santoso dan menawarinya mencari sejarah ke Bali, dengan nada senang ia berkata Y, aku senang mendengarnya ia juga berkata akan mengajak teman – temannya yang lain, “Pasti ramai” sambil mebayangkan keadaan di Bali nanti.

Dua hari kemudian kami semua pergi ke Bali tapi aku pergi dengan rombongan kampus dan Mas Santoso dengan rombongannya, ketika di perjalanan aku sudah membayangkan betapa menyenangkan esok hari dengan cerita yang baru.

 

***0***

Leave a Reply

Kalender
November 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Categories
Archives