Oleh Julfani Faridah Zain (8A)

 

“Bu Melati berangkat”

“ Ati ati lho, Ti “

“ Nggih buk “

Suara seorang anak perempuan bernama Melati  dengan ibunya di suatu desa di sebelah timur Yogyakarta. Di rumahnya yang sangat kecil, berdinding anyaman bambu dan beralaskan tanah.

Ia hidup dengan sangat sederhana. Rumahnya sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Ia hidup bersama kedua orangtuanya. Ayahnya hanya lulusan SMP dan ibunya lulusan SD. Dan kini ayah dan ibunya hanya seorang buruh serabutan yang upahnya tidak menentu setiap harinya. Tak heran jika ia hidup ala kadarnya.

Melati adalah seorang remaja yang pandai, ulet dan disiplin. Berambut panjang yang sering ia ikat ekor kuda. Ia sangat suka menari. Suatu saat Ia mendapat ajakan Nia temannya untuk mengikuti latihan Tayub yang diadakan di desa sebelah. Akan tetapi jaraknya sangat jauh. Apalagi di desa  tersebut jarang sekali yang mempunyai motor atau sejenisnya. Oleh karena itu setiap akan latihan mereka berdua harus jalan kaki berkilo-kilometer.

Nia adalah teman dekat Melati. Ia tinggal tak jauh dari rumah Melati.  Ia termasuk orang yang  ramah dan mudah bergaul. Ia cantik dan berambut panjang yang selalu terurai. Ia adalah teman yang selalu mengerti Melati. Walaupun jika dilihat Nia lebih beruntung dari Melati. Ia hidup dengan kedua orangtuanya yang ayahnya bekerja sebagai pegawai negeri dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Akan tetapi keluarganya sangat baik dengan keluarga Melati. Setiap ada sedikit uang yang tersisa keluarganya selalu memberikan berbagai kebutuhan sehari-hari pada melati. Tak heran bahwa Melati sudah menganggap Keluarga Nia seperti keluaraganya sendiri. Sekarang Nia sudah pergi. Ia ikut keluarganya untuk pindah ke Jawa Barat untuk pulang ke kampung halaman ayahnya. Karena di Jawa Barat neneknya jatuh sakit sehingga keluarga Nia yang akan mengurusi neneknya.

Sejak saat itu, Melati berlatih Tayub sendirian. Tidak ada teman yang menghiburnya lagi. Perjalanan ke tempat latihan terasa lebih jauh. Latihan menjadi sepi tanpa kehadiran sahabatnya. Awalnya itu terasa berat baginya tapilama kelamaan Melati mulai terbiasa dengan keadaan sekarang. Walaupun terkadang ia selalu terbayang masa indahnya bersama Nia dahulu.

Sebenarnya keluarganya tidak  mengizinkan karena latihan itu akan meguras waktu dan tenagaku saja. Dan menurut mereka daripada aku latihan jauh-jauh aku akan lebih bermanfaat jika berada di rumah dan mengerjakan sesuatu yang lebih berguana. Apalagi mereka tau bahwa Tayub itu menghalalkan saweran. Akan tetapi sulit rasanya untuk bisa memperbolehkannya untuk menari. Melati terus memohon pada keluarganya. Sesudah mereka mengerti bahwa Melati  sangat meyukai kesenian terebut mereka kini memperbolehkannya.

Melati tahu bahwa sebenarnya Tayub adalah tari yang menghalalkan saweran tapi apa daya orangtuanya sangat membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Dengan Melati menari Tayub maka itu kesempatannya untuk membantu perekonomian keluarganya. Sementara itu untuk masalah nyawer Melati tetap menerimanya dengan batas batas yang ia tahu dan dengan catatan tetap sopan.

Suatu hari olok olok tetangganya pun mulai terdengar ke telinganya. Menurut para tetangganya Menari tayub itu tidak sesuai norma. Sampai – sampai tetangga tetangga Melati  berdemo ke rumahnya dan berusaha menghentikannya untuk tidak menari Tayub lagi dan jika Melati tetap tidak mau berhenti ia dan keluarganya akan diusir dari kampungnya sekarang. Tapi Melati tetap bertahan karena ia merasa benar. Tapi tetangganya tetap bersikukuh bahwa ia cewek murahan.

Melati meyakinkan mereka bahwa ia tidak seperti yang mereka bayangkan. Walaupun mereka terus menerus mengejeknya, Melati tetap menari. Sampai suatu hari ada berita tentang akan diadakannya festival tari. Melati sangat senang sekali. Ia semakin giat berlatih. Setiap hari hampir setengah waktunya ia habiskan pun mengikuti festival tersebut. Tanpa ia sangka ia berhasilan memenangkan lomba tari tersebut. Ternyata kegigihnnya selama ini tak berujung sia sia.

Karena Melati memenangkan festival tersebut ia mendapat kesempatan untuk berlatih di Kraton. Setiap dua hari sekali ia berlatih. Ia tidak melewatkan kesempatan itu sedikitpun dengan sia sia. Walaupun ia harus rela mengorbankan waktunya. Apalagi ia harus jauh jauh ke kota naik bus beberapa kali ditambah berjalan kaki dari rumahnya sampai ke tempat pangkalan bus untuk bisa sampai ke Keraton.

Dan berkat ketelatenannya berlatih. Ia kini telah menjadi penari tetap di Keraton. Ia selalu menari setiap ada kunjungan. Dan karena ketrampilannya itu ia akan dapat masuk ke SMRS dengan beasiswa dan jika pretasinya bagus Melati boleh sekolah di ISI dan yang tentu saja jurusan tari. Karena prestasinya sangat baik, Melati akhirnya bisa masuk ke ISI. Ia tidak membuang kesempatannya itu dengan sia-sia, apalagi ia dapat masuk ke ISI dengan beasiswa.

Kini Melati sudah berhasil menyelesaikan kuliahnya. Ia kemudian sering mengikuti festival festival tari dari even even lainnya di mancanegara. Tak heran ia kini mempunyai sanggar yang begitu megah dengan murid yang melimpah. Dengan keberhasilannya tersebut ia dapat memboyong kedua orang tuanya untuk tinggal lebih layak daripada ketika ia kecil dulu.

Tetangganya yang dulu kerap menjelek jelekkannya berubah. Kini mereka meminta maaf kepada Melati. Mereka pun ikut bangga karena ada penari sukses yang berasal dari desanya. Mereka menginginkan anaknya bisa mengikuti jejak Melati menjadi sukses.

Tanpa sengaja suatu hari Melati melihat tayangan televisi yang menyiarkan tentang penari sukses dari Jawa Barat. Setelah diwawancarai ia seperti pernah melihatnya dan wajahnya mulai tidak asing lagi. Setelah ia lihat ternyaa penari itu bernama Nia Wulansari. Melati sangat terkagum kagum dengan sahabatnya tersebut yang sudah lebih berhasil dari ia sekarang.

Suatu hari Melati dan Nila dipertemukan dalam suatu even. Mereka berdua sangat terkejut. Sekarang keduanya sudah menjadi penari yang hebat. Setelah pertemuan itu mereka berencana akan membuat suatu sanggar asuhan mereka berdua  yang bertempat di Jakarta.

Satu tahun setelah dibangunnya sanggar berlalu. Murid yan berlatih disana semakin bertambah setiap harinya. Kini mereka adalah penari yang bisa dikatakan sangat sukses. Tak terasa keberhasilan mereka berdua yang awalnya hanya dari menari Tayub.

 

***0***

Leave a Reply

Kalender
November 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Categories
Archives