Pada hari Jumat tanggal 26 April 2019 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengadakan PASKAH bersama PNS, POLRI, BUMD, RUMAH SAKIT NEGERI/SWASTA, KLINIK yang dimulai pada pukul 09:00 WIB sampai dengan pukul 11:30 WIB yang bertempat di GOR SIYONO. Dalam perayaan PASKAH kali ini dengan tema Kebangkitan Kristus hendaknya menggerakan hati untuk berbagi dan melayani sesama dengan pengkotbah Romo Awan Greggrius Widyaka, P.R. dari paroki Santo Yusuf. Bandung.
Dalam ibadah ini dimulai dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan laporan ketua panitia PASKAH, dalam laporannya ketua panitia PASKAH mengucapkan banyak terima kasih terhadap jajaran pemerintah kabupaten yang telah membantu jalannya perayaan PASKAH berjalan dengan lancar, mengucapkan terima kasih kepada semua panitia perayaan PASKAH sehinga bisa berjalan dengan lancar. Dalam acara perayaan PASKAH kali ini dikuti oleh PNS, POLRI, BUMD, RUMAH SAKIT NEGERI/SWASTA, KLINIK se Kabupaten Gunungkidul. Setelah laporan ketua panitia PASKAH acara dilanjutkan dengan pujian dari vocal group Sangkakala, GKJ, Wonosari. Setelah pujian ini acara dilanjutkan dengan firman Tuhan yang disampaikan oleh Romo Awan Greggrius Widyaka, P.R. dari paroki Santo Yusuf. Bandung. Firman Tuhan diambilkan dari kitab Yohanes 20:1-10 didalam menyampaikan firman Tuhan Romo awan mengatakan bahwa benerima kabar ketika Tuhan Yesus ada Maria Magdalene dimana maria hendak ke kubur Yesus. Sesampai di Kubur Yesus Maria Terkejut, melihat kubur Yesus sudah terbuka, dan Maria Magdelena masuk ke Gua dimana Yesus dikuburkan. Tapi Mari terkejut sebab mayat Yesus sudah tidak ada, lalu berkata siapa yang telah mencuri mayat Yesus. Ditengah ketidak percayaannya tiba-tiba Yesus menampakan dirinya dengan berpakaian putih menyilaukan mata Maria. Dari sini dapat dipetik bahwasannya murid-murid Yesus baru percaya ketika melihat Yesus bangkit dari antara orang mati. Dan dari kebangkiannya ini hendaknya dijadikan momentum untuk menggerakan hati dalam berbagi melayani bagi sesama, sesuai degan tema Kebangkitan Kristus hendaknya menggerakan hati untuk berbagi dan melayani sesama. Setelah firman Tuhan selesai disampaikan oleh Romo Awan, maka acara dilanjutkan dengan persembahan.Setelah persembahan doa penutup sekaligus doa berkat. (Nug)