Pada hari Jumat tanggal 2 Agustus 2019 SMP Negeri 1 Wonosari mengadakan Jumat takwa, Jumat takwa ini dimaksudkan untuk membangun karakter peserta didik untuk berkepribadian baik baik dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Pada hari Jumat pertama ini SMP Negeri 1 Wonosari mengundang Ibu Vikaris Dane Dea Kumala, S. Si Teol untuk menyampaikan Firman Tuhan. Firman Tuhan yang disampaikan Ibu Dea diambil dari Injil Lukas 6:43-49 yang berbunyi Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik dan juga tidak ada pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik 6:44 Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya 1yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hati yang jahat.
Dua macam dasar
6:46 ”Mengapa kamu berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? 6:47” Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya Aku akan menyatakannya kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, 6:48” ia sama dengan seseorang yang mendirikan rumah : orang itu menggali dalam-dalam dan meletakan dasarnya diatas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena itu kokoh dibagun. 6:49” Akan tetapi barang siapa mendengar perkataan-Ku tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah diatas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya rumah itu akan segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”
Demikianlah firman Tuhan maka berbagiah orang yang mendengar dan melakukan firman-Nya. Dari Injil Lukas 6:43-49 ini ibu Dea menyampaikan firman Tuhan dengan majas macan mati meninggalkan belangnya. Kemudian peserta didik ditanya” ketika anda meninggal yang diingat apanya? Para peserta didik menjawab meninggalkan anak isteri, meninggal kejelekannya, kebaikannya. Dari jawaban beragam ini ibu Dea memulai mengupas firman Tuhan ketika kita bicara maka kita harus bicara yang baik, tindakan yang baik, dimana itu mencerminkan bawha orang Kristen tersebut benar-benar mejalankan firman Tuhan tidak hanya mendengar. Sebab orang Kristen seperti inilah yang dimaksud dengan yang dapat menghasilkan buah yang baik. Jadi unsur utama dalam pertumbuhan iman orang Kristen adalah hati yang keluar melalui perkataan yang baik, jika hati kita masih jahat yaitu masih menyimpan rasa sakait hati, masih suka mengumpat pada orang lain orang tersebut masih dalam kategori orang yang mendirikan rumah diatas tanah tanpa dasar artiya orang tersebut belum benar-benar hidup baru. Sebab orang yang benar-benar lahir baru meyerahkan hati sebagai pusat jiwa raga kita yang menentukan perilaku lahiriah kita dan harus diubah atau bertobat dengan pimpinan Rohol Kudus. Jadi pohon orang kristen adalah Tuhan Yesus, melalui firman-Nya orang kristen dituntut untuk menjadi yang lebih baik. (Nug)