DOSA & PERTOBATAN DAUD
ita baca selengkapnya Kisah Daud dan Batsyeba di 2 Samuel pasal 11 seluruhnya, diteruskan dengan Peringatan dari Nabi Natankepada Daud yang tercatat di Kitab 2 Samuel pasal 12.
* 2 Samuel 11: 1-5 DAUD DAN BATSYEBA
Penjelasan :
Sementara tentara, Israel sedang mengepung kota Raba, Daud tidak mengerjakan apa-apa selain istirahat dan berjalan-jalan diatas sotoh rumahnya. Pada suatu sore ia melihat seorang perempuan cantik dan kemudian Daud menyuruh agar perempuan itu dibawa kepadanya. Dalam suatu permainan kata “menyuruh” yang muncul berkali-kali (dalam pasal 10 dan 11), menyiratkan bahwa Daud ini memang suka “menyuruh” disini kita bisa melihat wewenang Daud . Kemudian dikisahkan bahwa Batsyebamenyuruh orang memberi tahu kepada Daud bahwa dirinya hamil (ayat 5). Kemudian Daud menyuruh Uria kembali dari medan perang menghadapnya (ayat 6).
Walaupun Batsyeba ini adalah istri orang lain, tetapihal ini tidak dapat mencegah Daud untuk memilikinya, karena tahu Batsyebaini hamil, maka Daud melancarkan akalnya yang licik untuk menyembunyikan penyelewengannya. Ketika Ia menanyai Uria sampai 3 kali soal keadaan Yoab, rakyat, dan peperangan, sebenarnya hanya suatu usaha untuk menyembunyikan maksudnya yang sebenarnya menyuruh Uria pulang ke rumah dan tidur dengan Batsyeba.
Usaha itu dijalankan selama 3 malam (ayat 8, 10, 13), tetapi Uria tetap tidur bersama pelayan raja. Pada waktu Daud menanyakan hal itu, jawaban yang diberikan Uria sangat mengagumkan. Secara pedih jawabannya itu memperlawankan rencana jahat Dauddengan kelurusan moral prajurit yang setia. Pada malam ketiga meskipun Daud sudah menjadikan Uria mabuk, namun Uria tidak pulang ke rumahnya. Daud yang bingung memikirkan suatu cara lain untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi. Ia merencanakan kematian Uria dengan selimut pertempuran. Ironisnya terlihat lewat pengiriman perintah pembunuhan yang dibawa oleh Uria sendiri kepada Yoab.
* 2 Samuel 11: 16-27 DAUD MERENCANAKAN KEMATIAN URIA
Perintah yang diberikan oleh Daud kepada Yoab untuk membunuh Uria tidak dijalankan persis sebagaimana diperintahkan. Daud bermaksud agar Uria sendiri yang dibunuh dengan cara seolah-olah suatu kecelakaan. Yoab yang cukup terkenal sebagai ahli strategi perang, membujuk agar orang-orang Raba supaya menyerang. Serangan itu menyebabkan kematian beberapa orang Israel, satu diantaranya adalah Uria.
Kini Yoab yang mengetahui kemungkinan bahwa Daud akan marah karena adanya penyimpangan, dia menyiapkan dengan saksama utusan yang akan disuruhnya menghadap Daud. Apa yang dikatakan Daud tidak hanya memberi gambaran tentang keadaan perang, melainkan juga mengenai apa yang ada dalam pikiran Yoab. Misalnya, ia memperingatkan agar pasukannya tidak terlalu dekat dengan tembok kota. Hal itu mengingatkan orang pada Abimelekh yang mati secara memalukan di tangan seorang wanita karena terlalu dekat dengan tembok kota (ayat 21; Hakim-hakim 9:50-54). Yoab membiarkan Daud mengetahui bagaimana sebenarnya kematian Uria terjadi.
Jawaban Daud cukup mengherankan. Hal semacam itu terjadi di peperangan katanya, dan pedang tidak mengenal pembedaan (ayat 25). Dikemudian hari, Daud akan menyesali kata-katanya ini, ketika ternyata yang menjadi korban pedang adalah anaknya sendiri. Ketika menjawab seakan-akan ia sedang mendengar laporan mengenai peperangan, ia memberi pasan yang sesuai agar penerusan usaha pengepungan kota Raba dengan gagah berani.
Setelah berlama-lama dengan adegan atara Daud dan utusan itu, cerita kembali cepat-cepat mengisahkan kesedihan Batsyebaatas kematian Uria, perkawinannya dengan Daud dan kematian anaknya. Semua ada dalam ayat 26-27. Perzinahan dan pembunuhan itu selesai dan akhirnya pengadilan TUHAN tiba : hal yang jahat telah dilakukan Daud adalah jahat dimata Tuhan(ayat 27). Pengadilan ini menjadi kunci apa yang akan menyusul.
* 2 SAMUEL PASAL 12 NATAN MEMPERINGATKAN DAUD SEHINGGA DAUD MENYESAL
Kini giliran Tuhan yang menyuruh. Kemabukan Daud akan kekuasaan hampir memperlihatkan arti sebenarnya. Nabi Natan, yang memberitahukan janji bahwa Kerajaan Daud akan kokoh selama-lamanya (2 Samuel 7:16), kini menyampaikan celaan Tuhan. Disajikan dengan perumpamaan/ parable (dalam pasal 12 ayat 1-7) :
-
- * 2 SAMUEL 12 :1-7 Engkaulah orang itu!
-
- 12:1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.
-
- 12:2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
-
- 12:3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.
-
- 12:4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”
-
- 12:5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
-
- 12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.”
- 12:7a Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu!
Perumpamaan itu menggambarkan dimana ada seorang miskin (maksudnya Uria) yang hanya mempunyai 1 ekor domba (maksudnya Batsyeba ) direbut oleh seorang kaya (maksudnya Daud).
Gambaran keakraban antara domba dan pemiliknya dalam kehidupan sehari-hari, mencerminkan kebahagiaan perkawinan yang dirusak oleh egoisme dan kekejaman Daud.
“Tamu” yang dimaksud dalam ayat 4, maksudnya adalah hawa nafsu yang datang. Pada saat kedatangan “tamu” dan hendak meladeni/menjamu “tamunya” itu si Kaya tidak mengambil domba-dombanya sendiri melainkan merampas domba satu-satunya dari si Miskin itu.
Meskipun dalam perumpamaan itu tidak dikatakan apa-apa tentang pembunuhan, Daud tiba-tiba menyela dan menyatakan bahwa orang kaya itu harus mati!. Ketika ia menambahkan bahwa anak domba itu harus diganti empat kali lipat, secara tidak sengaja ia meramalkan kematian anaknya sendiri : (2 Samuel 12:18 anak pertama Batsyeba ; 2 Samuel 13:33 Amnon, 2 Samuel 19:4 Absalom; 1 Raja-Raja 2:24-25 Adonia).
Alangkah terkejutnya Daud ketika mendengar ucapan Nabi Natan bahwa “ Engkaulah orang itu” (ayat 7). Dan segeralah Daudmenyadari kesalahannya.

