BERDAMAI DENGAN KEKHAWATIRAN

Pada hari Jumat tanggal 1 Agunstus 2025 SMP Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Jumat takwa sebagai program sekolah yang bertujuan mendidik murud-murid untuk berkarakter yang baik sekaligus memiliki budi pekerti yang baik. Bagi yang beragama Katolik bertempat di Lap IPA dipimpin oleh Fr. Kristophoros Mingkoyan dengan firman Tuhan yang diambilkan dari Injil Matius 13:54-58. Dari ayat tersebut dapat kita ambil hikmahnya bahwa terkadang memang tidak semua yang kita lakukan dengan tulus akan diterima oleh orang lain. Ada kalanya orang tidak menghargai bahkan menfitnah dan mengungkit masa lalu kita untuk menghakimi seolah-olah kita tidak layak untuk berubah.
Kadang juga oleh karya kita tidak wah dimata dunia atau tidak sesuai harapan mereka, kita pun mengalami penolakan. Kita bisa mengambil dari sosok Tuhan Yesus yang mengalami penolakan dalam bacaan Injil Matius 13:54-58. Ia yang merupakan Anak Allah ditolak dan diremehkan karena orang-orang yang melihat sosoknya yang hanyalah anak si tukang kayu. Tapi kisah Yesus tidak berhenti sampai disitu, Ia tetap melangkah, sebab Ia tahu masih ada tugas yang harus diselesaikan, yakni melakukan kehendak Bapa-Nya. Kita tidak dipanggil untuk menyenangkan hati manusia tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan dan setia kepada Tuhan. Jangan menyerah karena mengalami penolakan. Penolakan bukan berarti kamu salah dan harus berhenti, namun karena dari penolakan membuat kita semakin dekat dengan Tuhan Yesus, mencari kehendak-Nya, dan mempraktikan ajaran kasih-Nya kepada sesama. Tuhan Yesus tidak melihat hasil, tapi melihat hati dan kasihmu yang murni dalam bekerja maupun melayani.Namun dalam segala hal mintalah bimbingan Roh Kudus agar kita tetap dimampukan untuk berjalan dalam kehendak Allah. Ingatlah pesan dari Paus Fransiskus :Berjanjilah kepada dirimu sendiri,seburuk apapun orang memperlakukanmu, jangan pernah menjadi jahat , tetaplah berbuat baik. (nug)



