Pada hari Jumat tangal 17 Mei 2019 SMP Negeri I Wonosari mengadakan kegiatan pesantren kilat di bulan Ramadhan bagi siswa-siswi yang beragama Islam, sedangkan bagi siswa-siswi yang beragama Kristen mengadakan pemeliharaab iman. Dalam kegiatan pemeliharaan iman ini dipimpin oleh Ibu Ismiyat,i S.Th dan mas Tri Cipto Nugroho, SI. Pust serta dua tamu undangan dari luar yaitu Mas Yohanes dan mas Suwito. Kegiatan pemeliharaan iman ini dimulai pukul 07:30 WIB yang dipimpin oleh Ibu Ismiyati, S. Th dan mas Tri Cipto Nugroho,S.I. Pust dengan bermain gim.Pada saat bermain gim ini ada aturan mainnya yaitu bagi siswa siswi yang tidak mendapatkan kelompok akan medapatkan sangsi yaitu menyanyikan lagu rohani dan menghafal kan iman rasuli. Setelah gime yang pertama selesai maka dilanjutkan keacara yang kedua yaitu sepetar pertanyaan tokoh dalam Alkitab dan tebak lagu rohani.
Setelah itu acara dilanjutkkan shering dengan teman yang dibagi menjadi delapan kelompok, dalam shering ini yang dibahas perlakuan anak yang menyakiti hati orang tua, guru dan teman disekolah baik itu melalui suatu tindakan maupaun perkataan kemudian mereka diminta unuk mengambi sebuah komitmen dengan Tuhan. Dalam shering ini dipandu oleh mas Tri Cipto Nuroho. Kemudian dilanjantkan mas Yohanes, dalam kegiatan ini mas Yohanes mengajarkan bagaimana melepaskan tali temali.Di dalam melepaskan tali temali ini dibutuhkan kesabaran, kerjasama, ada salah satu yang jadi pemimpin yang harus diikuti. Setelah materi mas Yohanes selesai maka kembali keruangan baru peserta didik istirahat sambil makan siang, maka setelah makan siang selesai acara dilanjutakan oleh mas Suwito. Mas Suwito bertanya kepada peserta didik mengapa tanah yang digarap petani harus diistirahatkan?Apakah itu Alkitabiah? Kemudian peserti didik ditanya lagi cacing itu binatang yang menjijikan apa cantik. Pada saat itu anak-anak menjawab biar tanahnya istirahat serta menjawab cacing itu binatang yang menjijikan. Kemudian mas Wito membacakan ayat dalam Alkiitab yang terdapat dalam Kitab IMAMAT 25:3-4 yang berbunyi” Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah, selama satu tahun dibiarkan begitu saja tanpa dicangkul, dibajak atau diairi.” Kemudian Mas Wito mengupas ayat itu bahwasannya Bumi ini butuh istirahat, mengapa karena ketika enam tahun bumi ditanami dan satu tuhun berhenti untuk tidak ditanami, maka mrmberikan kesempatan untuk cacing tanah untuk berkembang biak, sebab cacing ini sifatnya menggemburkan tanah. Jadi ilmu pertanian yang dipakai oleh kebanyakan para petani adalah Alkitabiah.
Mas Wito juga menceritakan bagaimana beliau menyembuhkan isteri dari pemilik AGUNG PODO MORO GROUP yang terserang penyakit herves di bibirnya. Setelah ketemu oleh mas wito ini Pak Candra minta dibuatkan ramuan dari cacing tersebut. Setelah minum dengan teratur dan sesuai dosis yang anjurkan mas Wito bisa sembuh.Yang lebih parah lagi kakak dari bapak candra yang dokter spesialis yang berada dijerman pulang ke Idonesia terkenan kanker usus dan harus diobati kejerman, dijerman sang kakak ini dirawat diruang ICU selama tiga bulan. Akhirnya bapak Chandra telepon mas wito untuk dibuatkan ramuan dari cacing. Setelah selesai dibuat ramuan itu diantar ke Makasar oleh mas wito, kemuidian ramuan cacing tersebut dibawa ke Jerman. Setelah sampai di Jerman ramuan itu diminumkan satu sendok makan, setelah itu sepuluh menit sang kakak tadi bisa bangun dan berjalan. Berkat ramuan cacing tanah ini mas wito sudah mendapatkan penghargaan dari Bupati Gunungkidul dan Gubernur DIY. Kegiatan ini dittutup pukul 13:00 WIB oleh Mas Wito. (Nug)