Pada hari Jumat tanggal 6 September 2019 SMP Negeri I Wonosari mengadakan kegiatan berupa Jumat Takwa. Jumat Takwa ini dilaksanakan pada hari Jumat Minggu pertama yang bertujuan untuk mendidik siswa-siswi SMP Negeri I Wonosari berkarater yang baik. Untuk peserta didik yang beragama Kristen mengambil tempat di Laboratorium Biologi. Di dilam ibadah kali ini Firman Tuhan disampaikan oleh Bapak Pdt. Kristyono, SIP. ST.h. yang diambilan dari Kitab Yohanes 13:15 dengan tema Meneladani Karakter Kristus. Di dalam Kitab Yohanea 13:15 berbunyi” sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Iman didalam Kristus yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap dan tindakan dapat dilihat dengan nilai-nilai (value). Nilai-nilai tersebut merupakan standar sendiri oleh Allah melalui firman-Nya.
Kemudian di Kitab Matius 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Dari ayat ini kita dinilai dari dalam hal kebenaran, sebab didalam kebenaran ini juga terletak integritas dan kejujuran, adanya keselarasan antara yang diucapkan dengan yang dilakukan.
Kesalehan yang dikutib dari Ayub 29:3-4 yang berbunyi” Seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku. Jadi dari ayat ini dapat diteladani bahwa orang harus hidup berpusat pada Allah, dan kesalehan juga berbicara tentang relasi kepada Allah. Kita juga dapat melihat suatu telada dari Kristus ketika Dia berdoa di Taman Getsamane yang berkata” “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. “Dari teladan Kristus ini kita dapat melihat dari kemanusiannya yang meyerahkan semua itu kepada Bapa-Nya. Sebab Kristus sendiri 100 persen manusia 100 persen Allah. Maka dari itu orang yang percaya hidupnya harus berpusat pada Allah. Kesalehan berbicara dalam berdoa merupakan merupakan suatu hubungan yang intim dengan Allah.
Kekudusan Matius 5:8 yang berbunyi “Berbahagialah orang yang suci hatinya 1 , k karena mereka akan melihat Allah. Diberkatilah mereka yang murni hatinya sebab mereka akan melihat Allah. Berbahagialah segala orang yang suci hatinya, karena mereka itu akan memandang Allah.”

Jadi dari ayat tersebut bahwa kekudusan syarat sesorang untuk melihat dan masuk kehadirat Allah dengan cara menerima Kristus sebagai Tuhan sekaligus Juruselamat dalam kehidupan kita.
Kita juga telah dikuduskan Kristus untuk Pekerjaan-Nya. Seba tadinya kita manusia berdosa yang sudah tidak layak lagi di hadapan Tuhan, maka karena kasih karunia Allah dalam Kristus kita dikuduskan kembali. Kekudusan juga mencakup pikiran, perkataan dan perbuatan karena tubuh kita ini merupakan bait Allah. Maka dari itu kekudusan itu wajib kita jaga.
Kesetian yang diambil dari wahyu 2:10b”Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Dari ayat tersebut kesetiaan kita didasarkan pada Kristus sendiri. Kesetian harus diwujudkan dalam kehidupan. Seperti di Yakobus 1:17. Semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama yang tentu saja diilhami Tuhan.
Kasih Matius 22:37-39 yang berbunyi Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Dari ayat tersebut kita harus mengasihi Tuhan dan sekaligus mengasihi sesama manusia tanpa membeda-bedakan. (nug)