Galuh Ray Ranaa, Siswa SMP Negeri 1 Wonosari, Lolos Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Wonosari – Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 1 Wonosari. Salah satu siswinya, Galuh Ray Ranaa, berhasil lolos seleksi dan diterima sebagai calon peserta didik di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa mengingat proses seleksi di SMA Kemala Taruna Bhayangkara dikenal sangat ketat dan kompetitif, dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Galuh Ray Ranaa mampu menunjukkan kemampuan akademik, karakter, serta potensi diri yang unggul sehingga berhasil melewati setiap tahapan seleksi.

Pihak sekolah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain untuk terus berprestasi dan berani bersaing di tingkat nasional.

Selama menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Wonosari, Galuh dikenal sebagai siswa yang tekun, disiplin, dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik. Dukungan dari guru, keluarga, serta lingkungan sekolah turut menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya.

Dengan diterimanya Galuh Ray Ranaa di SMA Kemala Taruna Bhayangkara, diharapkan ia dapat terus mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

Syawalan Insan Pendidikan Wonosari Pererat Silaturahmi dan Semangat Pengabdian

Wonosari – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Syawalan Guru dan Karyawan PAUD/RA, SD/MI, serta SMP/MTs se-Kapanewon Wonosari yang diselenggarakan pada Selasa (31/3/2026) di Balai Sewokoprojo. Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan setelah Hari Raya Idulfitri ini dihadiri sekitar 1.600 pegawai pendidikan, baik ASN maupun non-ASN, dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kapanewon Wonosari. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat kebersamaan di antara insan pendidikan.

Ketua panitia kegiatan, Agus Maryanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur pendidikan mulai dari PAUD/RA, SD/MI, hingga SMP/MTs. Mereka terdiri dari PNS, PPPK, PPPK paruh waktu, serta tenaga non-ASN. Menurutnya, kegiatan Syawalan tidak hanya menjadi ajang halal bihalal, tetapi juga sebagai sarana membangun sinergi dan kebersamaan antarpegawai pendidikan agar dapat menjalankan tugas sesuai kewenangan dan proporsi masing-masing dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kapanewon Wonosari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul Endang Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati, S.Pd., M.M. beserta jajaran, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Dr. H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I beserta jajaran, Panewu Wonosari Dwi Windarsih, S.E., M.Acc., serta unsur Forkompinkap Wonosari. Hadir pula para pengawas dan penilik pendidikan yang selama ini berperan dalam pembinaan dan pengembangan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh guru serta tenaga kependidikan yang terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam memajukan dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa peran guru sangat penting dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki daya saing. Oleh karena itu, momentum Syawalan ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, serta mempererat kerja sama antara pemerintah daerah dan seluruh insan pendidikan.

Selain sambutan dari para pejabat yang hadir, kegiatan Syawalan juga diisi dengan tausiyah oleh Prof. Dr. drh. Agung Budianto, M.P., Ph.D. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam bekerja, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia juga mengingatkan bahwa profesi guru merupakan amanah besar yang tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

Kegiatan Syawalan ini diakhiri dengan saling bersalaman dan ramah tamah antar peserta sebagai wujud nyata dari semangat kebersamaan dan saling memaafkan. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan antar guru dan tenaga kependidikan di Kapanewon Wonosari semakin erat, sehingga mampu bersama-sama membangun pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing bagi generasi masa depan Kabupaten Gunungkidul.

SMP Negeri 1 Wonosari Selenggarakan Try Out TKA untuk Siswa SD, Ajang Tahunan yang Digagas OSIS

GUNUNGKIDUL – SMP Negeri 1 Wonosari kembali menyelenggarakan kegiatan try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa sekolah dasar melalui program Try Out Pendekar Cilik (TOPC) ke-12, yang dilaksanakan pada Minggu (29/3/2026). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu program unggulan OSIS SMP Negeri 1 Wonosari untuk membantu siswa kelas VI SD mempersiapkan diri menghadapi TKA.

Kepala SMP Negeri 1 Wonosari, Agus Maryanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pada tahun ini kegiatan TOPC mengangkat tema yang terinspirasi dari tokoh fiksi Harry Potter dengan tagline “Siapkan Tongkatmu, Mantrai Soalmu, Raih Keajaibanmu.” Sebanyak 345 siswa SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Seluruh rangkaian acara dirancang dan dilaksanakan oleh pengurus OSIS dan MPK, sehingga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga pengelolaan keuangan.

Selain pelaksanaan try out, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan market day yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas siswa. Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas membuka stan yang menjual berbagai produk hasil karya siswa, mulai dari makanan, minuman hingga berbagai barang kreatif. Sambil menunggu pengumuman hasil try out, para peserta dari SD dapat menikmati suasana acara dengan berbelanja di stan market day. Kegiatan juga semakin semarak dengan penampilan band, pentas seni siswa, serta pembagian doorprize dengan hadiah utama berupa sepeda.

Ketua OSIS SMP Negeri 1 Wonosari periode 2025/2026, Haura Azka Hafidzah, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan sejak Januari 2026. Persiapan meliputi penyusunan konsep acara, pengurusan perizinan, pembuatan proposal, hingga promosi ke berbagai SD di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa SD dapat lebih siap secara akademik dan mental dalam menghadapi TKA yang sebenarnya, sekaligus menjadi ajang bagi SMP Negeri 1 Wonosari untuk memperkenalkan berbagai potensi dan kegiatan sekolah kepada masyarakat.

ASAS TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Pada hari Senin tanggal 1 Desember 2025- hari Senin tanggal 8 Desember 2025 murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengikuti ASAS yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Dalam melaksanakan ASAS kali ini soal-soal mapel dibuat oleh guru mapel masing-masing. Untuk ASAS ini dilaksanakan oleh murid-mirid dari kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX yang di bagi menjadi 21 ruangan, ruang 1 terdiri dari 33 murid, ruangg 2 terdiri dari 32 murid, ruang 3 terdiri dari 30 murid, ruang 4 terdiri dari 33 murid, ruang 5 terdiri dari 32 murid, ruang 6 terdiri dari 30 murid, ruang 7 terdiri dari 32 murid, ruang 8  terdiri dari 32 murid, ruang 9 terdiri dari 29 murid, ruang 10 terdiiri dari 32 murid, ruang 11 terdiri dari 32 murid, ruang 12 terdiri dari 30 murid, ruang 13 terdiri dari 32 murid, ruang 14 terdiri dari 32 murid, ruang 15 terdiri dari 30 murid, ruang 16 terdiri dari 32 murid, ruang 17 terdiri dari 32 murid, ruang 18 terdiri dari 29 murid, ruang 19 terdiri dari 32 murid, ruang 20 terdiri dari 32 murid dan ruang 21 terdiri dari 30 murid. Tiap ruangan duduknya disilang antara kelas VII, VIII, dan IX dan dalam mengerjakan murid melingkari atau mengarsir jawaban pada kertas jawaban yang telah disediakan oleh pengawas pada tiap-tiap ruang dengan menggunakan pensil 2 B.

Pada hari Senin tanggal 1 Desember 2025 dimulai pukui 07:30 WIB-09:00 WIB disesi pertama murid-murid SMP negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel Agama disesi kedua dimulai pukul 09:30 WIB-11:30 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel Bahasa Indonesia, dihari Selasa tanggal 2 Desember 2025 murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari di sesi pertama dimulai pukui 07:30 WIB-09:00  mengerjakan mapel Bahasa Inggris, disesi kedua dimulai pukul 09:30 WIB-11:30 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel  Pendidikan Pancasila. Pada hari hari Rabu tanggal 3 Desember 2025 dimulai pukui 07:30 WIB-09:00 WIB disesi pertama murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel IPA disesi kedua kedua dimulai pukul 09:30 WIB-11:30 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel Bahasa Jawa, kemudian pada hari Kamis tanggal 4 Desember 2025 dimulai pukul 07:30 WIB-09:00 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari disesi pertama mengerjakan mapel Matematika, lalu disesi kedua dimulai pukul 09:30 WIB-11:30 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel Penjasorkes. Berhubung pada hari Jumat tanggal 5 Desember 2025 maka ASAS disesi pertama dimulai pukul 07:30 WIB-09:00 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel IPS, disesi kedua dimulai pukul 09:00 WIB-11:00 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosar mengerjakan mapel Seni Budaya/Prakarya. Kemudian untuk hari Senin tanggal 8 Desember 2025 ASAS dimulai pukul 07:30 WIB-09:00 WIB, murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mapel Informatika. Dalam pengerjaannya tiap rungan ditunggui satu pengawas, dan ASAS pertama ini berjalan dengan tertib tanpa kendala suata apapun. Bagi murid yang sakit maka masih diberikan kesempatan mengikuti ASAS susulan. (nug)

GEMBALAKANLAH KAWANAN DOMBA ALLAH

Pada hari Jumat tanggal 28 Nonember 2025 pukul 07:00 WIB-08:20 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari menjalankan ibadah Jumat takwa. Jumat takwa ini merupakan kegiatan rutin di Minggu ketiga dari kesiswaan untuk membentuk karakter murid-murid. Untuk hari Jumat 28 November 2025 pukul pukul 07:00 WIB-08:20 WIB dikhususkan doa bersama dalam rangka menghadapi ASAT. Bagi yang beragama Kristen di pimpin oleh Ibu Ari Purwaningsih, S,Th, yang diambilkan dari kitab 1 Petrus 5:1-11 yang dituliskan oleh Rasul Petrus yang memperkenalkan bahwa dirinya sebagai sesama penatua dan saksi penderitaan Kristus.

Dalam hal ini bu Ari Purwaningsih mengambil pada 1 Petrus 5:7-11 yang berbunyi Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya sebab ia yang memelihara kamu,5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu bahwa saudara-saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.5:10 Dan Allah sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal akan melengkapi, meneguhkan menguatkan, dan mengokohkan kamu sesudah kamu menderita sekitika lamanya.5;11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Dri ayat yang ketujuh murid-murid ditekankan untuk tidak kuatir dalam menghadapi ASAT, sebagai manusia wajar merasakan kuatir tapi fiman Tuhan sudah jelas bahwasannya murid-murid SMP Negeri 1Wonosari Kabupaten Gunungkidul untuk belajar, dan menyerahkan diri pada Tuhan, Setelah selesai membagikan firman Tuhan maka acara dilanjutkan dengan bermain games degan tujuan supaya murid-murid fikirannya fres untuk menghadapi ASAT, dalam bermain games ini siapa yang salah diberikan hukuman dengan menyanyikan lagu rohani. (nug)

TRY OUT/TKA PERTAMA TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Pada hari Selasa tanggal 11 November 2025 murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengikuti try out pertama yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Sebanyak 210 murid SMP Negeri 1 Wonosari mengikuti tri out yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Didalam pelaksanaan try out hari pertama mapel matematika dan Bahasa Indonesia ini dimulai pukul 07:30 WIB -09:40 WIB untuk sesi pertama dibagi menjadi dua sesi dan dibagi menjadi 3 ruang. Ruang pertama berisikan 36 murid, ruang kedua berisikan 36 murid dan ruang 3, berisikan 33 murid. Disesi kedua murid mulai masuk pukul 10:10 WIB-12:10 WIB, dalam pelaksanaannya murid didalam mengerjakan soal-soal ujian dibagi menjadi dua sesi, dan menjadi tiga ruang, ruang pertama berisikan 36 murid, ruang dua berisikan 36 murid dan ruang tiga berisikan 33 murid.

Di hari kedua yaitu pada hari Rabu tanggal 12 November 2025 murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari masih mengikuti try out yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupeten Gunungkidul. Di hari kedua ini murid – murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mata pelajaran Bahasa Inggris dan mata pelajaran IPA, disesi pertama dimulai pukul 07:30 WIB – 09:40 WIB yang dibagi menjadi tiga ruang, ruang 1 berisikan 36 murid, ruang 2 berisikan 36 murid dan ruang 3 berisikan 33 murid dan disesi kedua dimulai pukul 10:10 WIB -12:10 WIB murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari mengerjakan mata pelajaran Bahasa Inggris dan mata pelajaran IPA, yang dibagi menjadi tiga ruang, ruang 1 berisikan 36 murid, ruang 2 berisikan 36 murid dan ruang 3 berisikan 33 murid. (nug)

 

Pembahasan RKAS SMP Negeri 1 Wonosari Tahun Pelajaran 2025/2026

  

Wonosari — SMP Negeri 1 Wonosari menggelar kegiatan Pembahasan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada hari ini bertempat di Ruang Laboratorium IPA SMP Negeri 1 Wonosari. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasi Kurikulum (Kasikur) Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Ibu Endang Pujiastuti, S.Pd., AUD., M.Pd.

Dalam sambutannya, Ibu Endang menyampaikan pentingnya penyusunan RKAS yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan riil satuan pendidikan. Ia juga menekankan bahwa RKAS harus menjadi pedoman dalam melaksanakan program sekolah agar setiap kegiatan memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Selama pembahasan, Komite Sekolah yang diwakili oleh Bapak Achmad Jamil, M.Pd. dan Bapak Purwanto memberikan beberapa masukan konstruktif terkait prioritas program penguatan karakter siswa, peningkatan sarana pembelajaran berbasis digital, serta optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler untuk menunjang bakat dan minat peserta didik.

Masukan-masukan tersebut ditanggapi langsung oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Wonosari, Bapak Agus Maryanto, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan sinergi dari komite sekolah. Beliau menegaskan bahwa setiap saran akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan final RKAS agar sesuai dengan visi sekolah, yakni “Terwujudnya Insan Berkarakter, Berilmu, Cakap, dan Berperadaban.”

Kegiatan pembahasan RKAS ini berlangsung dengan suasana dialogis dan partisipatif. Melalui kegiatan ini diharapkan SMP Negeri 1 Wonosari dapat melaksanakan program kerja yang efektif, efisien, serta berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di tahun pelajaran 2025/2026.

UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN

Pada hari Senin tanggal10 November 2025 murid-murid beserta Bapak, Ibu Guru dan tenaga kependidikan melaksanakan upacara peringatan hari pahlawan di halaman lapangan basket SMP Negeri 1 Wonosari untuk murid kelas 7 A sampai Kelas 7 G, Kelas 8 A,B, C, D, Kelas IX A- Kelas IX G, sedangkan untuk kelas VIII E, F, dan G mengikuti upacara peringatan hari pahlawan di Stadion Jeruk Sari. Untuk upacara peringatan hari pahlawan sebagai petugas upacara OSIS SMP Negeri 1Wonosari dan selaku Pembina upacara yaitu Ibu Ida Susilawat,S.Pd. Dalam amanatnya Ibu Ida Susilawati, S.Pd membacaka amanat dari Menteri Sosial Repulik Indonesia dalam rangka peringatan hari pahlawan murid-murid SMP Negeri 1 Wonosari diajar mengenai rasa nasinalisme, yaitu rasa cinta terhadap bangsa dan negara Indonesia tercinta. Dalam peringatan hari pahlawan ini, para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit.Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran,kebersamaan dan keikhlasan.

Karenanya ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:

Pertama, Kesabaran Para Pahlawan

Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.

Kedua, Semangat Untuk Mengutamakan Kepentingan Bangsa Di Atas Segalanya

Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan,tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke Rakyat, mengajar, membangun, menanam dan melanjutkan pengabdian. Disutulah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.

Ketiga, Pandangan Jauh Kedepan

Para Pahlawan berjuang untuk generasi yang akan dating, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah darah dan air mata mereka adalah doa yang tidak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusian,  Ini adalah modal generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlwan yang selama ini ditunaikan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Di masa kini perjuagan tidak lagi dengan bambu runcing melainkan dengan ilmu,empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah memperjuangkan keadilan dan memastikan tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan. Inilah semangat yang terus dihidupukan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakan keadilan sosial, membangun manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya. Hari ini kita bersyukur dan berjanji: bahwa kwmerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerj, bergerak dan berdampak.

PAHLAWANKU TELADANKU

TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN.

Jakarta, 10 November 2025

Menteri Sosial R.I

Saifullah Yusuf. (nug)

JUMAT TAKWA

 

Pada hari Jumat tanggal 31 Oktober 2025 SMP Negeri 1 Wonosari melaksanakan program OSIS yaitu Jumat takwa. Jumat takwa ini dimaksudkan untuk memperkuat iman masing masing pemeluk agama, serta membentuk budi pekerti yang luhur. Bagi yang beragama Kristen pada hari Jumat tanggal 31 Oktober 2025 dipimpin oleh  Bapak Sulis Diaken dari GKJ Wonosari, Dalam Kotbahnya Bapak Sulis mengambil dari Kitab 2 Timotus 2:16-23. Dari kutipan ayat yang ke 16 ini para murid diajar unuk menghindari perkataan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Jadi kitab Timotius ini di tulis oleh Rasul Paulus yang dititujukan kepada timotius supaya tidak terjadi perpecehahan.

Jadi penekanan pada 2 Timotius 2:16-23 yaitu menekankan pentingnya menjauhi perkataan kosong dan pertengkaran bodoh, serta pentingnya memiliki kerendahan hati dan sikap yang benar dalam pelayanan. Ayat-ayat ini juga menasihati untuk fokus pada ajaran yang sehat, bersabar, dan bersikap lembut terhadap orang yang menentang, agar tidak menimbulkan pertengkaran dan dapat membimbing mereka kepada kebenaran. Pada akhirnya murid-murid diajak untuk bisa merefleksikan diri untuk bisa menjaga perkataan, kaki, mata sesuai dengan kehendak Tuhan.(nug)

SGT DI HARI KETIGA DALAM RANGKA HUT SPENSA KE – 73

Pada hari Rabu tanggal 3 September 2025 SMP Negeri 1 Wonosari masih melanjutkan SGT pada hari yang ketiga sebagai puncak SGT ini ada SMP Negeri 1 Wonosari mengundang Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul,, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Pengawas Bapak Bonijo, M.Pd. Komite Sekolah Bapak Achmad Jamil, M.Pd., Komite Sekolah Bapak Ir. Eddy Praptono, M.Si, Komite Sekolah Ibu Dwiana Esti Widani, S.St., M.Ph. Komite Sekolah Bapak Drs. Slamet Sutoyo, M.M.Komite Sekolah Bapak Agung Danarto, S.Sos., M.Se. Komite Sekolah Bapak Nur Agus Basuki, S.IP., M.M, Komite Sekolah Bapak Wening Susilo,S.T. Komite Sekolah Ibu Sri Surnati, Komite Sekolah Bapak Purwanto, Bapak Panewu Wonosari, Pak Lurah Wonosari, Ibu Murtini (Bakpia 101), Ibu Retno (Perak), Bapak GesiBapak Bekti Harjo, Bapak Arifin, Darma wanita 1, Darma wanita 2, . Darma wanita  3, Waka kurikulum  Waka kesiswaan, Waka Humas,Waka Sarpras  Pada puncak acara puncak HUT SPENSA yang ke -73 ini MCnya yaitu Haura azka Hafidzah dan Nur Affan M. Untuk penampilan pertama dari kelas 9 F dengan judul cerita Muspra setelah selesai penampilan dari kelas 9 F maka acara dilanjutkan dengan penampilan dari kelas 9 D, dengan judul Asmarataji.

Kemudian setelah selesai penampilan dari kelas 9 D selesai acara dilanjutkan dengan penampilan dari kelas 9 B dengan judul cerita Bhineda, setelah selasai maka acara dilanjutkan dengan penampilan dari 9 E denggan judul cerita Roro Jonggrang, kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan dari kelas 9 C dengan judul cerita se prana tyaga, setelah selesai penampilan dari kelas 9 C acara dilanjutkan dengan penampilan dari kelas 9 A dengan judul Reog Ponorogo, dan ditutup dengan penampilan dari kelas 9 G dengan judul Kamulyan. Pada acara SGT ini durasi tampil dibatasi 20 menit per penampilan dengan dewan juri ,Bapak Dr. Ari Sulistyo,SP.d, M.Sc. dan Bapak Jaka Urip Santosa, SP.d. Dalam penjurian ini yang dinilai yaitu property hasil dari karya anak. Dan karya seni saat pentas. (nug)

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31