Pada hari Senin tanggal 5 Februari 2018 SMP Negeri 1 Wonosari mengadakan upacara seperti biasa, namun kali ini yang menjadi pembina upacara yaitu bapak Ahmad Fauzi Mulyono dari Kasat Bimas, ketika baru memberikan sedikit amanat tentang kejadian seorang murid tega menghabisi gurunya di Sampang, Madura, Jawa Timur tiba-tiba hujan, maka upacarapun segera dibubarkan dan sosialisai dari Polres Gunungkidul yang menindak lanjuti intruksi dari Kapolri untuk ikut masuk membina para murid lewat diantar sekolah supaya karakter anak didik sebagai generasi bangsa bisa terwujud.
Sosialisasi dilanjitkan di Lab Biologi yang diwakili oleh sejumlah siswa yang telah ditunjuk oleh kesiswaan. Di Lab Biologi ini Bapak Ahmad Fauzi Mulyono meneruskan sosialisasinya tentang peristiwa di Sampang Madura, bahwasannya murid tersebut murid yang nakal sehingga berani menghabisi gurunya. Pak Fauzi juga berpesan bahwa jangan pernah menghalangi cita-cita anda dengan menindik telinga, menato badan, bahkan mencicipi narkoba. Sebab dengan sekali mencicipi narkoba akan ketagihan dan bisa merusak generasi bangsa. Untuk membangun generasi bangsa yang berkarakter dan berkepribadian yang bagus maka dari pihak kepolisian akan menjalin MOU dengan Disdikpora Gunungkidul pada tanggal 19 Februari 2018 untuk bisa mewujudkan pendidikan berkarakter baik. Sebab selama ini dunia pendidikan sudah cenderung memanjakan anak, misal anak yang dijewer telingannya, disuruh pus up, anak atau ketika orang tuanya tidak terima dan melapor kepihak berwajib bisa dipidanakan.
Untuk mengubah hal tersebut maka perlu terjalainnya kerjasama yang seimbang antara pihak kepolisian yang ingin juga ikut berperan serta dalam dunia pendidikan. Dalam sosialisasinya bpk Fauzi juga berpesan supaya mengormati orang tua kita serta memilih teman yang berkualitas dan memeliki ilmu. Bapak Fauzi juga membawa berapa sempel narkoba yang diperlihatkan pada murid-murid, tujuannya supaya anak tidak terlibat dalam penggunaan narkoba.
(Nug)