Pada hari Selasa tanggal 3 September 2019 SMP Negeri I Wonosari melaksanakan apel pagi dalam rangka ulang tahun SMP Negeri I Wonosari. Dalam apel pagi ini selaku pembina apel yaitu Bapak Muh. Nurhadi, S.Pd. M. Hu. Dalam apel ini dinyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa. Setelah pembacaan doa selesai maka acara dilanjutkan pembacaan sejarah singkat berdirinya SMP Negeri I Wonosari yang dibacakan oleh Ibu Sri Rahayu S.Pd yang diantaranya sebagai berikut:
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA SMP NEGERI I WONOSARI, GUNUNGKIDUL
Sekitar tahun 1946 Lembaga Pendidikan yang ada di daerah Gunungkidul baru sampai Tingkat Sekolah Rakyat 6 Tahun. Sedangkan niat serta minat masyarakat untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi semakin meningkat baik SDMnya. Pada waktu itu para lulusan Sekolah Dasar 6 tahun, bagi yang ingin melanjutkan sekolah yang lebih tinggi terpaksa harus pergi ke luar Gunungkidul. Pada waktu itu yang bisa meneruskan hanya dari kalangan tertentu saja, sehingga timbul usaha masyarakat memiliki pimpinan masyarakat baik secara formal maupun non formal untuk mendirikan SMP.
Usaha tersebut mulai dirintis dengan membentuk panitia dan sebagai pelindungnya yaitu Bapak KRT. Suryaningrat Bupati Gunungkidul saat itu. Pada tanggal 1 Agustus 1946 lahirlah SMP Wonosari yang memperoleh fasilitas dari pemerintah maupun Wiyoto Projo Daerah Istimewa Yogyakarta. SMP tersebut diberi tempat sebagai Kantor BAPEDA Pemda Gunungkidul, sebelah utara SD Wonosari I. Pada waktu Clach tanggal 25 Januari 1949 Wonosari melaksanakan bumi hangus, dimana pada waktu itu SMP Wonosari pindah lagi ke dusun Payak Ponjong untuk menjauhi tentara Belanda. Setelah tentara Belanda pergi SMP Wonosari kembali ke Wonosari menempati Gedung bekas Tionghoa, sebelah timur ibu Bajuri.
Berdasarkan perkembangannya SMP Wonosari Gunungkidul dengan surat tertanggal 1 September 1949 Nomor: 41/B SMP Wonosari memperoleh subsidi dari Pemerintah. Pada waktu itu Wonosari menempati Gedung PETA (bekas asrama KODIM sekarang). Selanjutnya pada tanggal 3 September 1952 SMP Wonosari dinegerikan dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 3 September 1952 Nomor 3966/B, dengan kelas I, II, III masing-masing 2 kelas. Sayang SK yang telah diurus dan dicari sampai beberapa kali di Kanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DIY belum dapat ditemukan. Oleh Karena itu tempat yang permanen belum dimiliki, maka pindah tempat dari satu ke tempat yang lain merupakan usaha yang sementara. Hal tersebut dilakukan oleh SMP Wononosari saat itu, dari Asrama PETA pindah lagi ke Nggupakan sekarang dikenal Trimulyo (rumah bapak/Ibu Carik Wonosari) kemudian kerumah Bapak/ Ibu Sunaryo, dan Bapak/ Ibu Mangundiwarno, Baleharjo.
Menjelang meletusnya G 30 S/PKI, Pemda memberikan tanah kepada SMP Negeri Wonosari di Komplek Perumahan Rakyat, di tempat inilah sampai sekarang yang kita tempati. Semula empat lokal dengan segala perbaikan yang telah dilaksanakan. Tahun 1968 baru semua tingkkat/kelas dapat pindah dari Baleharjo ke Komplek Perumahan Rakyat ini. Dengan adanya proyek-proyek pemerintah dan bantuan yang penuh dari BP3/POMG SMP Negeri Wonosari dapat membangun dan berkembang. Dengan jumlah kelas tiap-tiap tingkat 6 kelas, sehingga jumlah keseluruhan 18 kelas dengan jumlah siswa akhir juli 1993 720 peserta didik. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMP Dirjen Dikdasmen Jakarta nomor 867a/C3/Kep/2006 SMP Wonosari menjadi Sekolah Menengah Pertama Standar Nasioanal (SSN).
Adapun pejabat yang pernah menduduki sebagai kepala sekolah di SMP Negeri Wonosari baik yang berstatus Swasta maupun Negeri adalah sebagai berikut.
1. Drs.RF. Sungkonono dari 1 Agustus 1946 31 Juli 1953 beliau ini pendiri sekaligus Kepala Sekolah.
2. Projo Siswoyo dari 1 Agustus 1953 sampai dengan 31 Juli 1955 Kepala Sekolah.
3.Hargo Widyo Suprojo dari 1 Agustus 1955 sampai dengan 31 Okteber 1964 Kepala Sekolah
4. RSJ. SARJOEKI dari 1 Nopember 1964 sampai dengan 31 Juni 1971 Kepala Sekolah.
5. Raden Sarpin Hadi Supono dari 1 Juli 1971 sampai dengan 26 Pebruari 1986 Kepala Sekolah.
6. Maria Ruwiyah, B.A dari 27 Pebruari sampai dengan 3 Agustus 1992 Kepala Sekolah.
7. Albertus Suyoto, B.A dari 4 Agustus 1992 sampai dengan 18 Pebruari 1993 Kepala Sekolah.
8. Suharmadji, dari 19 Agustus 1993 sampai dengan 31 Maret 1998 Kepala Sekolah.
9. Drs.R. Ahmad Suryo Kardono 1 April 1998 sampai dengan 26 Juli 2004 Kepala Sekolah.
10. Drs. Sukimin ,dari 27 Juli 2004 sampai dengan 30 April 2008 Kepala Sekolah
11. Bambang Pracaya, S. Pd. MM, dari 1 Mei 2008 sampai dengan 24 Desember 2014 Kepala Sekolah.
12. Agus Suryono, M. Pd, dari 25 Desember 2014 sampai dengan 30 Juni 2017 Kepala Sekolah
13. Muh. Nurhadi, S. Pd. M. Hum, dari 1 Juli 2017 sampai sekarang
Setelah menjadi SSN maka sistem rombel pun berubah
Tahun Pelajaran 2006/2007 jumlah kelas 18 kelas dengan jumlah 656 siswa
Tahun Pelajaran 2007/2008 jumlah kelas 19 kelas dengan jumlah 690 siswa
Tahun Pelajaran 2008/2009 jumlah kelas 20 kelas dengan jumlah siswa 726 siswa
Tahun Pelajaran 2010/2011 jumlah kelas 21 kelas dengan jumlah siswa 529 siswa
Tahun Pelajaran 2011/2012 jumlah kelas 21 kelas dengan jumlah siswa 530 siswa
Tahun Pelajaran 2012/2013 jumlah kelas 21 kelas dengan jumlah siswa 506 siswa
Pada tahun 2008 SMP Negeri I Wonoari dipersiapkan menjadi RSBI dengan Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMP Dirjen Dikdasmen Jakarta Nomor 1739/CD/DS/2008, tanggal 3 November 2008 SMP Negeri I Wonosari menjadi Sekolah Menengah Persiapan RSBI. Dengan SK Direktur Pembinaan SMP Dirjen Disdasmen Jakarta nomor 2105/CK/KT/2009, tanggal 10 Juni 2009 SMP Negeri I Wonosari menjadi Sekolah Menengah Pertama Rintasan Bertaraf Internasional ( SMP – RSBI)
Mulai tahun 2011 SMP Negeri I Wonosari oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diserahkan ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga semua urusan kepegawaian dan lain-lain menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Daerah Yogyakarta. Pada tahun 2011 SMP Negeri I Wonosari diakreditasi oleh BASDA dengan 97 kategori A. SMP Negeri I Wonosari terus mengalami peningkatan. Namun seiring berjalannya waktu RSBI dibubarkan setelah melalui putusan MK pada tanggal 8 Januari tahun 2013. Setelah RSBI bubar maka DIKPORA Yogyakarta membentu kelas CIBI (Cerdas Istemewa, dan Bakat Istemewa). Untuk Masuk kelas Cerdas Istimewa semua siswa-siswi diwajibkan mengikuti tes Aqu, dengan nilai diatas 120 sebanyak 24 siswa. Setelah itu berubah lagi menjadi sekolah Rujukan pada tahun 2016 dengan nomor 2988/D3/KP/2018 atas Skep Direktur Pembinaan SMP dan mengalami perubahan atas Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMP dengan Nomor 2988/03/KP/2018. Perlu juga diketahui jumlah rombel pun berubah dengan 23 rombel jumlah siswa 601.
Setelah dibacakannya sejarah singakat SMP Negeri I Wonosari maka acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua OSIS yang baru terpilih. Setelah tumpeng dipotong maka untuk selanjutnya diserahkan kepada Kepala Sekolah. Sehabis pemotongan tumpung acarapun dilanjutkan dengan pelepasan balon yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri I Wonosari. Setelah itu maka pawai yang bertemakan Budaya ini dimulai. Dalam pawai ini melibat PKS, POLSEK Wonosari, juga Satpam SMP Negeri I Wonosari, sehingga pawai ini bisa berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Setelah Pawai selesai maka buat siswa-siswi dalam dalam merayakan Ulang Tahun SMP Negeri I Wonosari diwajibkan mengikuti lomba karaoke dan SGT,dalam lomba SGT ini dinilai oleh PPL dari UNY. Sedangkan Bapak/Ibu Guru menerira tamu dari Komite beserta lingkungan sekolah.(nug)