Selama covid 19 melanda dunia termasuk Kabupaten Gunungkidul dunia pendidikan terkena imbasnya juga. Dunia pendidikan memakai sistem daring dengan menggunakan google class room dengan menggunaka HP Android. Dengan google class room ini guru-guru SMP Negeri 1 Wonosari mengajar peserta didiknya untuk mengerjakan tugas-tugasĀ  sekolah. Tentu saja dengan sistem daring ini banyak kendala terutama dalam hal pulsa bagi peserta didik, terkadang sinyal juga jadi kendala. Untuk mengatasi kendala pulsa pemerintah khususnya dari KEMENDIKBUD R.I mengalokasikan dana dari dana BOS untuk membeli paketan yang dibagikan kepeserta didik, sedangkan yang kesulitan sinyal di minta datang ke sekolah dengan menggunakan WIFI sekolah.

Bapak/bu Guru SMP Negeri I Wonosari selama daring mengadakan home visit ke rumah para peserta didik SMP Negeri I Wonosari. Setelah kira-kira 8 bulan daring, akhirnya sekolah pada hari Senin tanggal 9 November 2020 SMP Negeri 1 Wonosari mengadakan tatap muka dengan peserta didik.Sebelum tatap muka terlebih dahulu SMP Negeri 1Wonosari di survai dari Dinas Kesehatan sudah layak dengan standar protokol kesehatan atau belum. Setelah dinyatakan layak dari dinas Kesehatan maka diputuskan bahwa hari Senin tanggal 9 November 2020 bisa dimulai. Dalam tatap muka dengan peserta didik petugas termogan bersiap-siap pada pukul 06:15 WIB sudah hari di sekolah, peserta didik yang masuk wajip memaki masker, cuci tangan, serta jaga jarak ketika didalam kelas. Untuk hari Senin tanggal 9 November 2020 jadwalnya kelas IX dan dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama dimulai pukul 07:00 WIB-09:00 WIB, yang masing-masing kelas berjumlah 15 peserta didik, sedangkan untuk sesi kedua dimulai pukul 10:00 WIB-12:00 WIB. Setelah jam KBM peseta didik langsung pulang kerumah masing-masing dengan dijemput orang tua. Kemudian setelah semua ruangan kelas kosong disemprot dengan desinfektan., hal ini dilakukan untuk mecegah virus covi 19. (nug)