Besaran Turunan
bagaimana gambar pemandangan diatas? indah bukan?
pernah kah terpikirkan untuk mengetahui seberapa luas lahan persawahan tersebut?
bagaiaman pula cara mengukur luas dari lahan tersebut?
untuk mengetahui hal tersebut, mari kita belajar tentang besaran turunan !
BESARAN TURUNAN
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
Misalnya : Luas adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang, kecepatan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu.
Satuan besaran turunan disebut satuan turunan dan diperoleh dengan menggabungkan beberapa satuan besaran pokok.
Macam Besaran Pokok dan satuannya
berikut beberapa contoh besaran turunan :
1. Luas
Luas adalah perkalian antara panjang dengan lebar suatu bidang. panjang dan lebar termasuk dalam besaran panjang, maka besaran luas merupakan turunan dari besaran panjang. dalam SI besaran luas memiliki satuan m2
Untuk benda yang berbentuk persegi, luas benda dapat ditentukan dengan mengalikan hasil pengukuran panjang dengan lebarnya. Bagaimanakah cara mengukur luas benda yang berbentuk tidak teratur, misalnya luas sehelai daun?
Satuan untuk luas pun beragam, berikut tabel konversi satuan luas
Pada pengukuran luas benda yang berbentuk tidak teratur misalnya sehelai daun dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan kertas berpetak
Cara mengukur luas daun dengan menggunakan kertas berpetak
Metode ini menggunakan kertas milimeter dan peralatan menggambar untuk mengukur luas daun. Metode ini dapat diterapkan cukup efektif pada daun dengan bentuk daun relatif sederhana dan teratur. Pada dasarnya, daun digambar pada kertas milimeter yang dapat dengan mudah dikerjakan dengan meletakkan daun diatas kertas milimeter dan pola daun diikuti. mengukur daun dengan cara kertas petak/kotak sangatlah mudah, ini lah alat dan bahan serta langkah-langkah untuk mengukur daun dengan menggunakan kertas petak/kotak
1. sediakan kertas berpetak ( kotak-kotak )
2. letakkan daun yang ingin di ukur di atas kertas tersebut
3. buatlah jiplakan daun ( garis pinggiran daun pada kertas )
4. cara menghitung jika kotak tersebut full ( penuh ) maka di hitung 1
5. jika kotak tersebut tidak penuh maka di hitung 1/2
2.Volume
Volume merupakan besaran turunan yang berasal dari besaran pokok Panjang. Volume benda padat yang bentuknya teratur, contohnya balok, dapat ditentukan dengan mengukur terlebih dahulu panjang, lebar, dan tingginya, kemudian mengalikannya.
Jika mengukur panjang, lebar, dan tinggi balok menggunakan satuan sentimeter (cm), maka volume balok yang diperoleh dalam satuan sentimeter kubik (cm3). Jika, panjang, lebar, dan tinggi diukur dalam satuan meter (m), maka volume yang diperoleh satuannya meter kubik (m3).
Zat cair tidak memiliki bentuk yang tetap. Bentuk zat cair selalu mengikuti bentuk wadahnya. Oleh karena itu, jika zat cair dituangkan ke dalam gelas ukur, seperti ditunjukkan Gambar 1.26, ruang gelas ukur yang terisi zat cair sama dengan volume zat cair tersebut. Volume zat cair dapat dibaca pada skala sesuai ketinggian permukaan zat cair di dalam gelas ukur tersebut.
Satuan untuk volume pun beragam, berikut tabel konversi satuan volume
dari tabel diketahui bahwa satuan memiliki 2 variasi, yaitu dalam kubik (m3) dan dalam liter.
perlu diingat !
1 liter = 1 dm3
1 cm3 = 1 cc= 1 ml
3. Konsentrasi Larutan
Misalnya, kamu membuat larutan gula dengan memasukkan gula ke dalam air, kemudian kamu cicipi. Jika kurang manis, kamu dapat menambahkan gula lagi. Makin banyak gula yang ditambahkan, makin manis rasa larutan itu. Selain rasa manis yang bersifat kualitatif (hasil indra pengecap), adakah besaran yang dapat digunakan untuk menggambarkan banyaknya gula dan air di dalam larutan tersebut? Salah satu besaran yang dapat digunakan adalah konsentrasi larutan (K).
Jadi konsentrasi pada suatu larutan adalah perbandingan antara massa zat terlarut terhadap massa larutannya. Biasanya cara menyatakan konsentrasi larutan menggunakan persen (%).
Ada banyak cara untuk merumuskan konsentrasi larutan. Pada contoh larutan tersebut, konsentrasi dapat dirumuskan sebagai massa gula (zat terlarut) dibagi volume air (zat pelarut), yaitu:
4. Laju Pertumbuhan
Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman.
Laju pertumbuhan adalah kecepatan pertambahan suatu pertumbuhan.
Alat untuk mengukur kecepatan pertumbuhan tanaman disebut dengan auksanometer.
Misalkan, kamu menanam jagung. Pada pengukuran awal, diperoleh tinggi tanaman 20 cm. Dalam waktu 10 hari, tingginya menjadi 60 cm. Kamu dapat menentukan laju pertumbuhan jagung tersebut dengan perhitungan sebagai berikut: