Pengakuan UNESCO terhadap batik merupakan proses panjang yang melalui pengujian dan sidang tertutup. Sebelumnya, pada tanggal 11-14 Mei 2009 telah dilakukan sidang tertutup dalam penentuan di hadapan enam negara di Paris,”demikian kata M. Nuh pada tahun 2009. Setelah diakui UNESCO, presiden Indonesia saat itu yaitu Susilo Yudhoyono membuat keputusan Presiden atau KEPRES Hari Batik Nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2009. Isi Kepres Hari Batik Nasional itu adalah:
KESATU: Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.
KEDUA : Hari Batik Nasional Bukan merupakan hari libur.
KETIGA : Keputusan Presiden ini berlaku pada tanggal yang ditetapkan.
Kini sudah 10 tahun berlalu sejak batik diakui secara internasional sebagai warisan budaya yang tak benda. Hari batik Nasional pun setiap tahunnya diperingati pada tanggal 2 Oktober oleh semua instansi, termasuk intasi pendidikan. Dengan diperingatinya Hari Batik Nasional dilingkungan pendidikan maka SMP Negeri I Wonosari Gunungkidul juga ikut memperingatinya dengan menganjurkan semua siswa-siswi beserata guru dan kartyawan diharuskan memakai pakain batik. (Nug)